Sabtu, 19 November 2011

TBC di Maluku Diyakini Mulai Ada yang Kebal Obat

Your browser does not support iframes.




(Foto: thinkstock)
Ambon, Kuman tuberculosis (TBC) yang resisten atau kebal terhadap pengobatan sudah banyak ditemukan di Indonesia. Meski belum ditemukan di Maluku, Dinas Kesehatan setempat meyakini sebenarnya sudah ada resistensi TBC di wilayah itu.

"Sebenarnya ada, cuma belum ditemukan karena memang kami tidak punya laboratorium. Untuk pemeriksaan TBC kami masih mengirimkan sampel ke tempat lain misalnya RS Persahabatan," ungkap Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Bencana Dinas Kesehatan Maluku, dr Ritha Tahitu, MKes saat ditemui di kantornya, Sabtu (19/11/2011).

Meski agak lambat dalam mendeteksi resistensi kuman TBC, secara umum Maluku terbilang cukup berhasil dalam mendeteksi penyakit ini. Hingga saat ini dr Ritha mengungkap bahwa lebih dari 76 persen kasus TBC telah terdeteksi, lebih tinggi dari target nasional yang hanya 70 persen.

Berkat pencapaian itulah, Maluku juga berhasil menduduki peringkat ke-4 daftar provinsi dengan deteksi TBC terbaik di Indonesia. Bahkan dr Ritha berani menjamin, target Milenium Development Goals (MDGs) tahun 2015 sebesar 85 persen pasti tercapai di wilayah ini.

Salah satu faktor yang mendukung pencapaian tersebut menurut dr Ritha adalah kucuran bantuan dari Global Fund. Tidak dirinci berapa besarnya, namun dr Ritha mengatakan bantuan tersebut memang ditujukan untuk program deteksi dini beberapa penyakit menular yang endemis di Maluku yakni TBC, Malaria dan AIDS.

Prevalensi TBC di Maluku saat ini terbilang tinggi, yakni mencapai 210 kasus tiap 100.000 penduduk. Kelompok pengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) termasuk paling rentan, sebab diperkirakan 60-80 persen di antaranya juga terinfeksi oleh kuman TBC.

"Target Maluku bebas TBC saya pikir masih jauh, mungkin tahun 2030 kalau layanan kesehatan di puskesmas gugus kepulauan benar-benar sudah berjalan baik," tambah dr Ritha.


(up/ir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar