Sabtu, 05 November 2011

Senam Kegel Gagal Tingkatkan Kepuasan Seksual

Your browser does not support iframes.




(Foto: thinkstok)
Jakarta, Senam kegel diketahui bisa membantu perempuan yang mengalami inkontinensia urin (beser). Tapi studi menemukan senam ini gagal meningkatkan kepuasan seksual perempuan.

Para peneliti di Brazil menduga mungkin latihan ini juga bisa meningkatkan seks bagi perempuan yang lebih tua. Sayangnya, studi kecil menunjukkan bahwa latihan ini tidak dapat mempengaruhi fungsi seksual seperti yang diharapkan.

Sekitar 32 orang perempuan yang telah mengalami menopause secara sukarela menjalani latihan dasar panggul ini selama tiga bulan. Latihan dilakukan selama dua kali seminggu dalam sesi yang dipandu oleh dokter dalam kelompok, dan tiga kali seminggu dilakukan di rumah.

Setelah tiga bulan, para peneliti di Universitas Sao Paulo mengukur otot panggul pada perempuan-perempuan ini menjadi lebih kuat. Survei juga menunjukkan perubahan suasana hati para peserta.

Berdasarkan jawaban peserta tentang kegembiraan, minat dan kepuasan seksual, diketahui bahwa latihan ini tidak meningkatkan fungsi seksual perempuan. Hasil ini tentu saja mengejutkan para peneliti.

"Disfungsi seksual pada perempuan benar-benar dipengaruhi banyak faktor, baik psikologis, fisiologis termasuk faktor hubungan. Perempuan bisa saja memiliki vagina yang bekerja sempurna, tetapi memiliki kehidupan seks yang buruk karena masalah lain," kata Dr Leah Millheiser, direktur Program Female Sexual Medicine di Stanford University School of Medicine.

Millheiser mengatakan lebih banyak pertanyaan tentang kualitas hubungan dan stres akan lebih baik dalam menentukan seberapa baik senam Kegel dapat meningkatkan fungsi seksual perempuan. Namun para peneliti juga harus menjelaskan perubahan hormon pada perempuan menopause.

"Pelumas, gairah dan respons seksual benar-benar tidak hanya tergantung pada mental, tetapi juga faktor-faktor hormon. Perubahan hormonal pada menopause dapat menipiskan dinding vagina dan mempengaruhi pelumasan, gairah dan respon seksual perempuan. Tak satu pun dari perempuan dalam penelitian ini yang menerima terapi hormon vagina," kata Millheiser seperti dilansir LiveScience, Sabtu (5/11/2011).

Namun, bukan berarti senam Kegel tidak dapat membantu problem seksual perempuan. Millheiser merekomendasikan senam Kegel tetap perlu silakukan untuk perempuan yang mengalami kelemahan vagina atau perasaan "longgar" setelah melahirkan.

"Mereka jelas memiliki kemampuan untuk meningkatkan kepuasan seksual, tetapi mengatakan bahwa senam Kegel adalah solusi untuk setiap masalah seksual adalah sebuah kesalahan. Bahkan senam Kegel dapat membuat masalah menjadi lebih buruk bagi perempuan yang memiliki rasa sakit seksual," kata Kellogg-Spadt.



(ver/ir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar