Kamis, 10 November 2011

Obat-obat Malaria Sudah Makin Tidak Mempan

Your browser does not support iframes.




(Foto: thinkstock)
Jakarta, Obat-obat populer untuk Malaria seperti Pil Kina kini sudah tidak mempan lagi. Satu-satunya obat yang tersisa untuk Malaria yang masih mempan hanyalah Artemisinin. Namun peneliti menemukan sudah ada tanda-tanda yang juga menunjukkan obat ini tidak mempan mengobati malaria.

"Malaria tetap menjadi problem yang sangat penting untuk Indonesia, satu-satunya obat adalah artemisinin (ACT/Artemisinin-Combination Therapies). Tapi di Thailand sudah muncul tanda-tanda resisten (penolakan)," ujar Direktur Eijkman Institute for Mlecular Biology, Profesor Sangkot Marzuki, AM, MD, PhD, DSc disela-sela acara The 5th International Eijkman Conference di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (10/11/2011).

Prof Sangkot menuturkan saat ini Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah benar-benar menjaga agar resistensi obat ini jangan sampai menyebar. Kondisi ini bisa menjadi tanda bagi para peneliti untuk mencari anti-anti malaria yang baru.

Meski sudah digunakan, tapi obat artemisinin belum diketahui fungsi atau bagaimana cara kerjanya di dalam tubuh, padahal itu adalah hal yang penting. Karena kalau bisa mengetahui hal tersebut, maka peneliti bisa mencari obat lain untuk menghambat proses yang sama.

"Selain artemisinin, ada satu obat yang kita kenal untuk malaria tapi harganya mahal sekali, obat ini menghambat proses untuk membuat komponen DNA di dalam sel, kalau komponen ini dihambat tentu saja sel atau parasit tidak bisa berkembang," imbuhnya.

Prof Sangkot mengungkapkan untuk itu perlu mencari target-target baru yang banyak dalam membuat anti malaria supaya nantinya bisa dirotasi. Target-target ini bisa dicari dengan mengerti cara kerja dari obat yang sudah ada, kalau sudah diketahui bisa dilakukan modifikasi terhadap obat yang ada atau mencari obat baru.

"Disinilah pentingnya melakukan fundamental research dalam mencari target-target baru sehingga nantinya bisa diaplikasikan ke klinik dan juga lapangan," ujar Prof Sangkot.

Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa parasit kelompok Plasmodium yang penularannya terjadi melalui gigitan nyamuk anopheles. Diketahui ada 4 tipe parasit Plasmodium yang bisa menginfeksi manusia yaitu Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, Plasmodium ovale dan Plasmodium malariae.



(ver/ir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar