Jumat, 18 November 2011

Di Kepulauan Maluku, Orang Sakit Dilayani dengan SMS

Your browser does not support iframes.




(dok: detikHealth)
Ambon, Layanan kesehatan di wilayah kepulauan seperti Maluku sering terkendala kondisi geografis, karena banyak lokasi yang sulit dijangkau. Dinas Kesehatan Provinsi Maluku punya terobosan untuk mengatasinya, yakni dengan layanan SMS.

Yang dimaksud dengan SMS dalam hal ini memang bukan layanan pesan pendek, melainkan Sailing Medical Service (SMS). Dalam Bahasa Indonesia kurang lebih berarti layanan kesehatan yang selalu bergerak dari satu pulau ke pulau lainnya.

Dengan 1.300-an pulau kecil dan lebih dari 90 persen wilayahnya yang terdiri dari perairan, Maluku memang butuh terobosan untuk mengatasi hambatan alam seperti ombak dan angin. Jika pasien tidak bisa menjangkau pusat layanan kesehatan, maka petugaslah yang akan datang melalui program SMS.

"Layanan yang tersedia dalamm program SMS meliputi 4 spesialisasi dasar yaitu kebidanan, penyakit dalam dan anak. Ditambah dokter gigi dan kalau dibutuhkan, spesialis mata juga ada," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr Melkyal Pontoh, MKes saat ditemui di kantornya, Jumat (18/11/2011).

Sekali berlayar, sekitar 15-20 petugas yang tergabung dalam program SMS akan menyisir kurang lebih 20 pulau selama 1 bulan. Tidak ada armada khusus, para petugas hanya menumpang kapal-kapal umum seperti ferry dan speedboat sehingga memang agak repot memindah-mindah peralatan.

Dikatakan oleh dr Melkyal, program ini sendiri sudah dimulai sejak 2006 dan masih berjalan hingga sekarang. Pendanaan berasal dari bantuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebesar Rp 1,5 miliar/tahun, ditambah dana gabungan dari pemerintah provinsi maupun kabupaten.

Berdasarkan pemetaan Kemenkes, 7 dari 11 kabupaten di Provinsi Maluku memang termasuk dalam daftar daerah bermasalah kesehatan yang dinilai dari 24 indikator termasuk gizi buruk. Wajar jika Kemenkes memberikan prioritas bantuan, sebab ini berarti hanya ada 4 kabupaten atau kota di Maluku yang tidak punya masalah kesehatan.

Selain SMS, dr Melkyal menambahkan bahwa dalam kondisi tertentu pihaknya juga menerjunkan dokter-dokter melalui program Flying Medical Service. Layanan ini diadakan jika mendadak ada kebutuhan dokter spesialis tambahan, sehingga harus naik pesawat untuk menyusul tim SMS yang sudah berlayar.

(up/ir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar