Jumat, 10 Februari 2012

Saudara Kembar Identik dan Dua-duanya Terkena Autis

Browser anda tidak mendukung iFrame



Drew & Skyler (dok: MSNBC)
California, AS, Drew dan Skyler Russert adalah saudara kembar identik. Dua remaja putra ini sama-sama memiliki mata biru, rambut lurus dan sangat mencintai football. Saking identiknya, Drew dan Skyler juga sama-sama menyandang autisme.

Jika melihat Drew dan Skyler Russert (16 tahun) sekarang baik di lapangan football maupun kelas, mungkin akan sulit untuk mengatakan dua remaja asal Los Altos, California ini menyandang autisme.

Drew dan Skyler didiagnosis autisme ketika baru berusia 4 tahun. Drew didiagnosis autisme tingkat moderat sedangkan Skyler tingkat parah. Mendengar diagnosis tersebut, tentu saja kedua orangtuanya, Peter Russert dan Gaynelle Grover, sangat terkejut.

"Ada perasaan emosional yang mengerikan, seperti ini tidak perlu terjadi," jelas ibundanya, Gaynelle Grover, seperti dilansir MSNBC, Jumat (10/2/2012).

Kini dua saudara kembar tersebut memang tidak menunjukkan gejala autis secara jelas, karena keluarga memiliki kombinasi terapi tradisional dan nutrisi untuk mengurangi gejala dan meningkatkan keterampilan bahasa serta komunikasi.

Seperti banyak orangtua anak autis, Russerts mencoba memberikan terapi kombinasi kompleks pada perubahan pola makan, seperti makanan bebas gluten dan enzim serta suplemen vitamin untuk menghilangkan ancaman lingkungan.

"Ini sedikit aneh, sebagai orangtua kami berubah menjadi seorang ilmuwan," jelas Peter Russert.

Setelah bertahun-tahun menjalani terapi bicara dan okupasi, dua saudara kembar itu tampak sudah bisa mengatasi gangguan tersebut. Mereka berdua dapat menghadiri kuliah seperti anak lainnya. Kesulitan komunikasi dan perilaku repetitif yang mereka alami saat balita pun sebagian besar sudah hilang.

Peter dan Gaynelle berterima kasih atas hasilnya, tetapi mereka tidak tahu persis apa yang membantu anak-anak bergerak melampaui diagnosis aslinya.

"Kita semua akan senang menyebutkan ini sebagai salah satu bagian keajaiban teka-teki kecil," jelas Gaynelle.

Menurut ayahnya, keluarga Russert sama sekali tidak memiliki riwayat autisme. Peter dan Gaynelle sempat bingung apa yang menyebabkan dua putra kembarnya menyandang autisme, mungkin polusi lokal, infeksi virus selama trimester kedua atau karena usia saat memiliki anak, yaitu Gaynelle 40 tahun dan Peter 44 tahun.

Sementara gen atau mutasi genetik dianggap 90 persen dapat menyebabkan gangguan otak, meski penelitian terbaru menunjukkan pemicunya adalah lingkungan.

Namun sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti Stanford University pada 192 kembar autis, termasuk Drew dan Skyler, tingkat autis yang lebih tinggi ditemukan pada kembar fraternal yang tidak berbagi DNA identik.

Penelitian yang telah diterbitkan dalam Archives of General Psychiatry, menunjukkan faktor lingkungan seperti usia tua saat hamil, berat lahir rendah dan infeksi ibu selama kehamilan, dapat menjelaskan 55 persen dari kerentanan seseorang terhadap autis.

(mer/ir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar