Rabu, 13 Juni 2012

Jadi Menkes di Usia 72 Tahun, Nafsiah Diwanti-wanti Jaga Kesehatan

Browser anda tidak mendukung iFrame



Nafsiah Mboi (dok. KPAN)
Jakarta, Nafsiah Mboi baru saja diangkat menjadi Menteri Kesehatan baru menggantikan almarhumah Endang Sedyaningsih. Menjadi Menkes di usia 72 tahun, Nafsiah diingatkan untuk menjaga kesehatannya.

Dari sisi kemampuan dan pengalaman yang luas, Nafsiah dianggap layak memegang tanggung jawab ini. Tapi mengingat usianya yang sudah senja, beberapa pihak mengingatkan agar ia memperhatikan kondisi kesehatannya.

Usia tua sering berkaitan dengan dengan kemampuan fungsi otak yang menurun. Meskipun demikian, tidak semua orang yang berusia lanjut mengalami penurunan kemampuan berpikir secara drastis.

"Demensia atau menurunnya kemampuan daya ingat dan analisa otak tidak sepenuhnya disebabkan karena umur yang menua. Umumnya, orang yang mempunyai kebiasaan membaca intens serta terlatih menganalisa masalah masih sangat mampu mengambil keputusan penting dan krusial dengan tepat, meskipun usianya sudah tua," kata DR dr Wawan Mulyawan, Sp.BS, doktor bedah saraf di RS Abdi Waluyo yang juga mendalami bidang biomedik penerbangan dari TNI-AU dalam perbincangannya dengan detikHealth, Rabu (13/6/2012).

Menurut dr Wawan, penilaian kondisi kesehatan tidak selalu didasarkan pada umur. Ada 3 unsur yang penting, yaitu kondisi jantung, paru-paru dan penyakit-penyakit dalam lain seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol.

Yang paling utama adalah kondisi jantung dan paru-paru. Jika kedua kondisi ini baik, maka yang dapat menentukan kondisi kesehatan menteri adalah tim dokter yang memeriksa dan memberi rekomendasi.

Seiring proses penuaan,maka banyak sel-sel saraf di otak yang mati. Sel saraf otak yang mati ini tidak dapat melakukan regenerasi atau digantikan oleh sel yang baru. Namun sel saraf dapat melakukan restorasi, yaitu kemampuan sel-sel saraf yang masih ada untuk mengambil alih sel-sel saraf yang sudah mati. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan restorasi ini adalah dengan banyak membaca.

"Saya memliki teman senior yang telah berusia sepuh, namun mampu memulai dan menyelesaikan program doktornya dengan cumlaude. Untuk Bu Nafsiah, mungkin efek penuaan yang dialami lebih minim lagi karena selama ini pemikirannya dikenal brilian. Apalagi, beliau dikenal sering membaca buku-buku yang 'berat'," kata dr Wawan.

Meskipun demikian, satu hal yang perlu diwaspadai adalah kesehatan fisik yang harus sangat dijaga. Hal ini dapat dilakukan dengan mengatur waktu meeting, membuat disposisi dan melakukan efisiensi kunjungan kerja ke daerah atau ke luar negeri supaya tidak cepat lelah.

"Namun tim dokter kepresidenan di RSPAD tentunya sudah melakukan pemeriksaaan dan penilaian yang menyeluruh sehingga Ibu Nafsiah dianggap layak menjabat sebagai menteri," kata dr Wawan.

Keberadaan Sekjen dan Dirjen yang energik diharapkan dapat mengurangi beban fisik Menteri Kesehatan yang baru. Harapanya kata dr Wawan, dalam 2,5 tahun ke depan beliau tetap fit dan menyelesaikan tugasnya sebagai Menteri Kesehatan dengan gemilang dan selamat.
 
 
 

(pah/ir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar