Kamis, 14 Juni 2012

Efektifkah Tes Urine untuk Ganja?

Browser anda tidak mendukung iFrame



Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta, Umumnya dilakukan tes urine untuk mengetahui apakah seseorang menggunakan narkoba seperti ekstasi atau ganja. Tapi seberapa efektifkah penggunaan tes urine untuk mendeteksi ganja?

Efek dari merokok ganja memang cepat hilang, tapi salah satu zat yang terkandung di dalamnya bisa bertahan lama di dalam tubuh, tergantung dari seberapa sering dan banyaknya ganja yang dihisap.

Zat aktif dalam ganja yaitu Tetrahydrocannabinol atau THC masuk ke aliran darah di tubuh dengan cepat setelah ganja dihisap. Tapi jika ganja ditelan maka diperlukan waktu lebih lama untuk terserap, biasanya sekitar 20 menit sampai 1,5 jam.

Namun THC bisa terdeteksi dalam darah pada waktu singkat yaitu hanya beberapa jam karena dimetabolisme dengan cepat. Setidaknya ada 80 metabolit berbeda yang terbentuk, metabolit ini disimpan dalam lemak dan secara bertahap dikeluarkan dari tubuh melalui feses dan urine.

Kebanyakan peneliti setuju bahwa tes urine untuk ganja ini bisa mendeteksi keberadaan senyawa metabolit tersebut dalam tubuh hingga 13 hari. Namun kondisi ini tergantung dari seberapa sering dan banyaknya ganja yang dihisap, karena bisa bertahan hingga 45-90 hari seperti dikutip dari About.com, Kamis (14/6/2012).

Meskipun hasil positif palsu sering ditemukan pada pemeriksaan untuk zat narkoba yang lain, tapi peneliti mengungkapkan jarang menemukan hasil positif palsu dari zat dalam ganja ini.

Laboratorium pertama akan menyaring sampel dengan tes immunoassay atau dikenal dengan tes EMIT atau RIA. Jika hasilnya positif lagi maka sampel akan disaring dengan menggunakan gas chromatograph mass spectrometer (GCMS) sehingga jauh lebih akurat. Untuk itu jarang ditemukan hasil positif palsu untuk tes urine ganja ini.

Meski begitu tes untuk ganja ini masih memiliki hambatan, misalnya ganja berada di aliran darah dalam waktu singkat, karena itu tes darah untuk ganja biasanya tidak digunakan kecuali pada kasus kecelakan mobil. Di sisi lain tes urine untuk metabolit ganja hanya menunjukkan penggunaan ganja terakhir.

Ganja atau dikenal juga dengan istilah marijuana, cimeng, gelek atau hasis ini memiliki dampak depresi dan paranoid, gangguan persepsi dan berpikir, gangguan keseimbangan tubuh dan sulit konsentrasi.


(ver/ir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar