Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Peneliti dari University of Houston mengambil sampel bakteri dari beberapa barang di 27 kamar hotel di tiga negara bagian di Amerika Serikat yaitu Texas, Indiana dan North Carolina. Sebelumnya peneliti menduga toilet dan wastafel-lah yang memiliki kadar bakteri tertinggi, namun ternyata ada barang lain yang memiliki tingkat kontaminasi lebih tinggi yaitu remote TV dan saklar pada lampu samping tempat tidur.
"Kamar hotel memang tak harus bersih seperti ruangan yang digunakan untuk operasi," ujar peneliti Jay Neal, seorang ahli mikrobiologi dari University of Houston seperti dilansir dari myhealthnewsdaily, Selasa (19/6/2012).
Banyaknya bakteri pada remote TV tidak berarti bahwa kamar hotel menjadi lebih kotor dari rumah manapun, tapi ada faktor asing di dalam kamar hotel, tambah Neal. Dalam studi ini, penelitian dilakukan secara langsung oleh mahasiswi Neal yaitu Katie Kirsh.
Pembantu rumah tangga menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk membersihkan setiap kamar, terang Kirsh. Oleh karena itu, jika para peneliti dapat menentukan bagian dalam kamar hotel yang paling terkontaminasi maka proses pembersihannya dapat dibuat menjadi lebih efektif.
Sumber kontaminasi tertingginya ditemukan pada kereta pembersih milik petugas kebersihan, khususnya pada kain pel dan spons yang ada diantara perlengkapan wajib para petugas kebersihan hotel. Menurut para peneliti, hal ini bisa menjadi masalah karena itu berarti bahwa bakterinya dibawa dari kamar ke kamar.
Meski begitu, kontaminasi silang tersebut masih bisa dikurangi dengan mengganti cairan pembersih selama pergantian shift petugas kebersihan, kata peneliti.
Untuk sandaran kepala tempat tidur, batang tirai dan pegangan pintu kamar mandi, kandungan bakterinya justru yang paling rendah.
Para peneliti melakukan dua kali pengujian, pertama pengujian bakteri dengan metode umum lalu pengujian terpisah untuk bakteri cloriform yang banyak ditemukan pada tinja dan lebih sering menyebabkan penyakit.
Hasilnya, kedua tes menunjukkan bahwa kadar bakteri di kamar hotel 2-10 kali lebih tinggi dari kadar bakteri yang bisa diterima di rumah sakit.
"Keberadaan bakteri ini memang tak menjamin semua orang akan jatuh sakit, tapi membuat semua orang menjadi lebih mungkin sakit," pungkas Neal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar