Kamis, 15 September 2011

Studi: Informasi Kanker di Internet 98 Persen Akurat

Your browser does not support iframes.




(Foto: thinkstock)
Jakarta, Siapapun bisa menulis di internet, sehingga informasi yang disampaikan kadang-kadang tidak bisa langsung ditelan mentah-mentah. Namun untuk kanker, informasi di situs-situs populer seperti Wikipedia dinilai 98 persen sesuai dengan buku.

Akurasi informasi di internet menjadi perhatian tersendiri di kalangan para ahli karena dapat menyesatkan. Apalagi jika menyangkut informasi kesehatan, hal-hal yang tidak benar bisa membahayakan orang sakit atau bahkan membuat orang sehat jadi sakit.

Namun untuk kanker, para peneliti dari Thomas Jefferson University menemukan bahwa 98 persen informasi di internet sudah sesuai dengan sumber resmi. Para peneliti membandingkannya dengan US National Cancer Institute's Physician Data Query (PDQ) yakni pusat data kanker milik Amerika Serikat.

Salah satu sumber informasi yang diteliti para ahli adalah Wikipedia, situs yang cukup populer di internet. Meski populer, banyak orang menilai situs ini paling tidak bisa dipercaya mengingat siapapun bisa menulis di sana tanpa ada tinjauan dari ahli yang kompeten.

Meskipun demikian, para peneliti yang dipimpin oleh Dr Yaacov Lawrence memberi catatan terhadap Wikipedia karena informasi yang disampaikan terlalu bertele-tele. Penjabarannya tidak sistematis dan kadang-kadang malah membingungkan pembacanya.

"Kesalahan yang fatal jarang kami temukan di Wikipedia. Tapi untuk cara penyajiannya, PDQ justru masih lebih enak dibaca," ungkap Dr Lawrence dalam laporannya di Journal of Oncology Practice seperti dikutip dari Healthday, Jumat (16/9/2011).

Informasi tentang kanker memang berlimpah, bahkan di Wikipedia saja jenis-jenis kanker yang dibahas sangat beragam. Para peneliti menilainya cukup akurat setelah mempelajari ulasan tentang 10 jenis kanker terkait gejalanya, penyebarannya dan cara penanganannya.



(up/ir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar