(Foto: thinkstock)
Angka ini terungkap dalam penelitian terbaru yang dilakukan Nikki Sellers, seorang ilmuwan dari perusahaan asuransi rumah tangga di Inggris. Penelitian selama 8 tahun tersebut melibatkan sedikitnya 3.000 pasangan dari berbagai latar belakang.
Untuk urusan gairah seksual, para pasangan tersebut rata-rata melakukan 928 kali hubungan seks selama periode penelitian. Angka ini boleh dijadikan patokan, sebab hingga kini tidak ada standar baku untuk menentukan seberapa sering pasangan suami istri harus bercinta.
Selain hubungan seks, keintiman lain dalam kehidupan seksual rumah tangga juga diamati dalam penelitian itu. Dalam kurun 8 tahun tersebut, para pasangan rata-rata melakukan ciuman sebanyak 4.880 kali dan menonton film romantis rata-rata 181 kali.
Meski sering bermesraan, ada kalanya rumah tangga juga mengalami kejenuhan psikologis yang kadang-kadang memicu pertengakaran. Kejenuhan itu baru dikatakan berlebihan jika sudah menyebabkan salah satu pasangan membanting pintu di atas rata-rata yakni 233 kali dalam 8 tahun.
"Hanya dalam periode 8 tahun, apa saja yang dikerjakan di setiap rumah tangga di Inggris jika dirata-rata akan bisa menjadi banyak cerita," ungkap Sellers seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (15/9/2011).
Sementara untuk aktivitas fisik selain olahraga, pasangan suami istri pergi berkebun rata-rata 382 kali. Dalam 8 tahun tersebut, pasangan juga akan mengganti bola lampu tanpa bantuan tukang rata-rata 146 kali dan memperbaiki perabotan sendiri rata-rata 274 kali.
Semakin sering melakukan aktivitas fisik, risiko kegemukan dan berbagai penyakit kronis seperti diabetes dan sakit jantung akan semakin berkurang. Aktivitas fisik juga memperlancar peredaran darah, termasuk ke organ genital sehingga turut memperbaiki fungsi seksual.
(up/ir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar