foto: Thinkstock
IUD telah digunakan selama lebih dari 30 tahun untuk mencegah kehamilan. IUD mempengaruhi gerakan sperma dan kelangsungan hidup sperma di dalam rahim, sehingga sperma tidak dapat mencapai sel telur dan tidak dapat membuahinya.
Menurut sebuah studi baru, wanita yang menggunakan IUD mungkin tidak hanya akan mencegah kehamilan tetapi juga dapat melindungi diri dari kanker serviks. Studi baru tersebut telah melibatkan lebih dari 20.000 wanita di negara yang berbeda, dan hasil dari studi ini telah diterbitkan dalam The Lancet Oncology seperti dilansir dari Medical News Today, Rabu (14/9/2011).
Xavier Castellsague, peneliti virus dan kanker di Institut d'Investigacio Biomedica de Bellvitge (IDIBELL) di Barcelona, Spanyol menemukan bahwa, wanita yang menggunakan IUD memiliki setengah risiko terkena kanker serviks dibandingkan dengan perempuan yang tidak pernah menggunakan IUD. Hasil studi tersebut bertentangan dengan pendapat populer sebelumnya bahwa IUD meningkatkan risiko kanker serviks.
Menurut para peneliti, terdapat bukti bahwa IUD tampaknya dapat melindungi kanker pada lapisan rahim. Namun, pada penelitian sebelumnya umumnya tidak konsisten mengenai efek dengan risiko kanker serviks tersebut. Pada studi itu, para peneliti menilai apakah penggunaan IUD mempengaruhi infeksi human papillomavirus (HPV) pada leher rahim dan risiko yang mengarah pada perkembangan kanker serviks.
Peneliti mengumpulkan data dari 10 studi kasus kontrol kanker serviks yang dilakukan pada 8 negara. Data tersebut mencakup 2.205 wanita dengan kanker serviks dan 2.214 wanita tanpa kanker serviks sebagai subjek kontrol penelitian. Selain mengumpulkan data dari 10 studi kasus, para peneliti juga melakukan 16 survei prevalensi HPV pada 15.272 wanita sehat di 14 negara. Informasi tentang penggunaan IUD berasal dari wawancara pribadi.
Para peneliti menyesuaikan hasil penelitian untuk faktor potensial lainnya yang dapat mempengaruhi, seperti sejumlah tes pap smear, jumlah pasangan seksual, dan usia saat hubungan seksual pertama.
Dari hasil analisis para penliti, menunjukkan bahwa:
1. Penggunaan IUD tidak mempengaruhi risiko infeksi HPV, tetapi dikaitkan dengan risiko kanker serviks yang lebih rendah secara signifikan. Penurunan risiko secara signifikan tersebut terjadi pada kedua jenis utama kanker serviks, yaitu karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma atau karsinoma adenosquamous. Pada karsinoma sel skuamos terjadi penurunan risiko sebesar 44 persen. Sedangkan pada adenokarsinoma atau karsinoma adenosquamous terjadi penurunan risiko sebesar 54%.
2. Durasi penggunaan IUD tidak mengubah risiko kanker serviks secara signifikan.
3. Penurunan risiko kanker serviks hampir setengahnya dalam tahun pertama penggunaan, dan efek perlindungan ini tetap bermakna bahkan setelah 10 tahun penggunaan.
Para peneliti menyimpulkan bahwa, penggunaan IUD tidak mempengaruhi kemungkinan terinfeksi HPV, tetapi dapat mengurangi risiko kanker serviks. Namun, para peneliti belum menyelidiki mengenai penyebab efek IUD.
Menurut para peneliti, prosedur pemasangan atau pengambilan IUD kemungkinan dapat menghancurkan lesi pre-kanker, atau menyebabkan peradangan kronis yang menghasilkan respons jangka panjang imun seluler yang pada gilirannya mengurangi kemungkinan perkembangan HPV.
(ir/ir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar