Rabu, 14 September 2011

Meninggal Setelah Menyuntik Wajahnya dengan Lemak Sapi

Your browser does not support iframes.




Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Homewood, Illinois AS, Maraknya bedah kosmetik membuat wanita ini mencoba cara untuk melakukan bedah kosmetik buatan sendiri. Alih-alih mendapatkan wajah cantik tanpa keriput, wanita ini malah meregang nyawa setelah menyuntikkan lemak sapi ke wajahnya sendiri.

Janet Hardt (63 tahun) dari Homewood, Illinois AS, menghembuskan napas terakhir karena mengalami infeksi bakteri setelah menyuntikkan lemak sapi ke wajahnya sendiri.

Untuk melakukan bedah kosmetik buatan sendiri tersebut, Hardt merebus daging sapi, mengekstrak lemak dan menyuntikkannya ke sekitar mulut dan dagu. Bukannya menghilangkan keriput, Hardt malah merasa wajahnya seolah terbakar dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

Hardt dilaporkan mengalami infeksi dan terdapat bekas luka di bagian mulut dan bibirnya. Tapi hasil otopsi menyatakan kematiannya akibat peritonitis, peradangan dinding bagian dalam perut.

"Ada banyak orang diluar sana melakukan suntikan pada diri sendiri untuk menghilangkan keriput, tapi saya tidak tahu apakah ada asosiasi medis yang merekomendasikan ini. Tidak layak mencoba-coba kesempatan dengan wajah Anda untuk menghemat uang, ketika akhirnya biaya yang dikeluarkan justru lebih banyak," tutur Dr. Phillip Haeck, presiden dari American Society of Plastic Surgeons, seperti dilansir ABC News, Selasa (13/9/2011).

Hardt dilaporkan menyuntik wajahnya dengan lemak daging sapi beberapa kali dan dia juga menjalani beberapa prosedur bedah plastik yang sah. Karena beberapa kali menyuntik dirinya dengan produk hewani, Dr Haeck mengatakan Hardt berada pada risiko mengembangkan reaksi alergi.

"Salah satu suntikan bisa menyebabkan kulit untuk mengikis (ulserasi). Kita tahu bahwa suntikan protein hewani tidak menyebabkan kegagalan keseluruhan sistem, tetapi cenderung menyebabkan reaksi lokal. Banyak orang yang memiliki reaksi alergi terhadap protein hewani akan mengatakan bahwa wajah mereka terbakar seperti wanita ini. Itu mungkin yang sedang terjadi di sini," jelas Dr Haeck.






(mer/ir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar