Kamis, 19 April 2012

Setelkan Lagu Favorit Bisa Bantu Mengingat Pasien Alzheimer

Browser anda tidak mendukung iFrame



ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta, Lagu favorit biasanya mengingatkan seseorang akan kenangan di masa lalu. Bagi penderita penyakit gangguan daya ingat seperti kepikunan atau alzheimer, musik dapat merangsang otak untuk mengingat kembali ingatan di masa lampau.

Dalam sebuah video yang dimuat di YouTube, seorang pria tua penderita alzheimer bernama Henry tiba-tiba bisa mengingat lagi setelah mendengar lagu. Henry yang awalnya hanya duduk kaku di kursi dan tidak mampu mengenali putrinya sendiri secara ajaib bisa mengingat setelah mendengarkan lagu favorit masa mudanya. Dia tiba-tiba menceritakan penyanyi jazz favoritnya dan menyanyikan beberapa lagu.

Para ahli mengatakan musik benar-benar dapat 'membangunkan' pasien Alzheimer dan demensia. Ahli saraf di Pusat Penyakit Alzheimer di Boston University mengungkapkan mengapa musik dapat mempengaruhi ingatan dan bagaimana terapi musik dapat digunakan untuk memperbaiki kehidupan pasien yang mengalami gangguan daya ingat.

"Ada 2 teori untuk menjelaskan efek musik terhadap Henry dan penderita demensia lainnya. Pertama, musik memiliki kandungan emosional dan begitu mendengarkan hal itu dapat memicu kenangan emosional. Beberapa kenangan ada yang sangat kuat. Kenangan seperti ini lebih besar kesempatannya untuk diingat kembali," kata Andrew Budson, wakil direktur Pusat Penyakit Alzheimer seperti dilansir Live Science, kamis (19/4/2012).

Kedua, ketika orang belajar musik, pengetahuan yang dipelajari masuk sebagai ingatan prosedural, yaitu jenis ingatan yang berhubungan dengan rutinitas dan aktivitas yang berulang-ulang. Sementara itu, demensia menghancurkan bagian otak yang bertanggung jawab untuk memori episodik, jenis ingatan yang sesuai dengan peristiwa tertentu dalam hidup. Jadi memori prosedural tidak begitu terpengaruh.

Kemampuan musik untuk memasuki memori prosedural dan menarik sisi emosional mungkin tak hanya dapat membuat pasien alzheimer mengingat kenangan masa lalu. Pada tahun 2010, para peneliti menemukan bahwa pasien Alzheimer lebih mudah mengingat lirik lagu setelah mendengar lagu daripada mendengar lirik yang diucapkan. Hal ini menunjukkan bahwa musik bisa meningkatkan pembentukan ingatan baru pada pasien.

Sejak itu, para peneliti telah menyelidiki apakah pasien dapat mempelajari informasi penting lewat lagu. Misalnya kapan saatnya meminum obat. Namun, untuk memiliki efek yang diinginkan, lagu yang dimainkan harus tepat.

"Lirik lagu harus sesuai musik musiknya secara wajar dan proses penyesuaiannya sangat penting. Selain itu, proses pengulangan lirik dan lagu juga penting," kata Nicholas Simmons-Stern dari Boston University.

Meskipun demikian, para ilmuwan masih belum yakin apakah musik dapat membantu meningkatkan kemampuan pasien untuk membentuk kenangan baru dengan memanfaatkan memori prosedural, memperkuat pengetahuan baru dengan menghubungkannya dengan hal yang bersifat emosional atau melakukan kombinasi dari keduanya.

"Musik hanya dipelajari mengenai pengaruhnya terhadap orang-orang tua, tidak dipelajari dampaknya pada semua orang. Musik sebagai area penelitian ilmiah belum dianggap sah atau arus utama hingga saat ini," kata Budson.
(pah/ir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar