Kimber (dok: ABCNews)
Kimber Michelle Brown (5 tahun) menghabiskan malam bersama neneknya Linda Sheets (59 tahun) saat hari kematiannya pada 12 Februari 2012. Kala itu, Kimber yang mungil mengalami gejala flu dan neneknya memberikan dua obat yang biasa diberikan untuk mengobati flu dan alergi.
Sayangnya, kombinasi obat biasa itu menyebabkan nyawa Kimber harus melayang. Menurut laporan koroner, Kimber meninggal karena overdosis yang disengaja, yang disebabkan oleh dextromethorphan, bahan yang biasa digunakan dalam obat batuk sirup.
Tingkat darah Kimber dua setengah kali lebih tinggi dari dosis dextromethorphan yang dianjurkan. Darahnya juga mengandung tingkat cetirizine yang lebih tinggi, yang merupakan bahan utama untuk obat alergi Zyrtec.
Pada saat peristiwa tragis itu terjadi, orangtuanya Raelyn Anderson-Brown dan Mike Brown, sedang berada di rumahnya Durango, Colorado, yang berjarak sekitar 9 mil dari Hermosa, di mana Kimber menghembuskan napas terakhir.
Peneliti mengatakan, Kimber mungkin tidak mendapatkan dosis obat yang benar atau anak itu bisa jadi mengambil beberapa obat untuk dirinya sendiri.
"Menggabungkan dua depresan dapat menghasilkan toksisitas yang lebih besar dari masing-masing obat itu sendiri," jelas Dr Carol Huser, koroner La Plata County, seperti dilansir ABC News, Rabu (18/4/2012).
Laporan toksikologi menunjukkan bahwa gadis kecil yang beratnya hanya 20,8 kg, memiliki 96 ng/ml dextromethorphan dalam darahnya. Padahal batas atas untuk obat ini pada orang dewasa adalah 40 ng/ml.
Kimber juga memiliki 490 ng/ml cetirizine dalam tubuhnya, dengan dosis normal antara 271 ng/ml dan 352 ng/ml.
Dr Huser mengatakan ia belum pernah melihat kematian seperti ini sebelumnya, tetapi ia tetap memperingatkan agar orangtua selalu hati-hati saat akan memberikan obat-obatan pada anak, meskipun obat tersebut hanyalah obat flu atau batuk biasa.
(mer/ir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar