Kamis, 19 April 2012

Menkes Jalani Perawatan Radioterapi Kanker di RSCM

Browser anda tidak mendukung iFrame



(Menkes/detikHealth)
Jakarta, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih sejak 2 minggu terakhir ini sedang menjalani perawatan lebih lanjut berupa radioterapi atau radiasi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk pengobatan kanker parunya.

Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI
mengumumkan bahwa lebih kurang dua minggu yang lalu, Menkes merasakan keluhan nyeri di tubuh sehingga dilakukan pemeriksaan lebih intensif untuk sakit kanker parunya di RSCM.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan menyeluruh yang dilakukan oleh tim dokter, disimpulkan Menkes memerlukan pengobatan lebih lanjut, berupa radioterapi/radiasi secara serial dan perawatan untuk mengurangi keluhan nyeri serta ketidaknyamanan. Selain radioterapi, juga dilakukan pemantauan kondisi darah dan metabolisme untuk meningkatkan stamina atau kondisi tubuh," bunyi pengumuman Puskom Sekjen Kemkes seperti dilansir detikHealth, Jumat (20/4/2012).

Dijelaskan bahwa, dalam rentang proses pengobatan yang sedang dijalani saat ini, kondisi Menkes menunjukkan perbaikan, dimana keluhan nyeri sudah berkurang.

"Saat ini, kondisi Menkes relatif baik atau terkontrol. Beliau tetap melaksanakan tugasnya sebagai Menteri Kesehatan, serta memberikan arahan kepada para stafnya," lanjut pengumuman tersebut.

Puskom Kemkes menjelaskan bahwa Menkes terdeteksi mengidap kanker paru pada Oktober 2010.

Sejak saat itu, Menkes telah menjalani pengobatan baik di dalam maupun di luar negeri selama lebih kurang 1,5 tahun.

Pengobatan tersebut antara lain radiasi lokal dan bedah beku, tujuannya untuk mengobati kanker secara lokal serta meningkatkan daya tahan tubuh. Selama kurun waktu pengobatan tersebut beliau menjalankan tugas tanpa kendala.

Setelah menjalani pengobatan tersebut, kondisi Menkes cukup baik dan sempat tidak ada keluhan. Namun lebih kurang dua minggu yang lalu, Menkes merasakan keluhan nyeri di tubuh sehingga dilakukan pemeriksaan lebih intensif di RSCM.
 
 
 

(ir/ir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar