Sabtu, 21 April 2012

Infeksi HIV Tingkatkan Risiko Kanker Anal pada Perempuan

Browser anda tidak mendukung iFrame



Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta, Risiko kanker anal biasanya lebih dikaitkan dengan aktivitas seksual kaum gay atau lelaki penyuka sesama jenis. Namun ternyata, perempuan juga mengalami dan risikonya meningkat ketika ada infeksi Human Imunnodeficiency Virus (HIV).

Pada kaum gay, risiko kanker anal dipicu oleh aktivitas seks anal yang berisiko menularkan virus Human Papilloma Virus (HPV) di bagian anus. Risikonya juga meningkat jika ada infeksi HIV, karena daya tahan tubuhnya tidak cukup kuat untuk menangkal HPV.

Kecenderungan yang sama rupanya juga teramati pada perempuan dengan status HIV positif, tanpa memandang orientasi seksualnya. Alasannya sama, infeksi HIV membuat daya tahan tubuh melemah sehingga HPV lebih mudah menginfeksi dan memicu kanker.

Dalam penelitian di Montefiore Medical Center, para ilmuwan mengalami 715 perempuan dengan HIV positif di New York. Dari jumlah tersebut, 10,5 persen megnidap berbagai jenis kanker anal dan sekitar 30 persen lainnya memiliki gejala prakanker di bagian anus.

Tidak dijelaskan apakah hal itu juga dipicu oleh aktivitas seks anal, namun HPV sudah lebih dulu dikenal sebagai pemicu kanker pada perempuan. Hingga saat ini, kanker serviks atau leher rahim yang juga dipicu oleh infeksi HPV merupakan salah satu penyakit paling mematikan pada perempuan.

"Kanker anal sudah banyak dikaitkan dengan lelaki dengan HIV yang berhubungan seks dengan sesama jenis. Tapi kini penyakit prakanker anal juga ditemukan pada banyak perempuan dengan HIV positif," kata sang peneliti, Dr Mark Einstein seperti dikutip dari Medicalnewstoday, Rabu (18/4/2012).

Hasil penelitian ini juga merekomendasikan agar para perempuan dengan HIV positif yang memiliki kelainan pada hasil pemeriksaan anus untuk segera melakukan analoscopy. Pemeriksaan analoscopy lebih akurat mendeteksi secara visual berbagai kelainan di dalam anus.
(up/ir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar