Sabtu, 21 April 2012

1 dari 4 Wanita Salah Beli Obat Karena Tanya Dokter Google

Browser anda tidak mendukung iFrame



(Foto: Thinkstock)
Jakarta, 1 dari 4 wanita telah membeli obat yang salah setelah salah mendiagnosis dirinya sendiri lewat internet dan 1 dari 10 wanita diantaranya menderita efek samping dari tindakan itu.

Menurut penelitian, setengah dari wanita telah mendiagnosis dirinya sendiri secara online dan membeli obat tanpa bertanya terlebih dahulu kepada apoteker tentang produk obat yang benar. Dengan proporsi yang sama, para wanita pun mengaku akan mencari pengobatan untuk masalah kesehatannya sendiri sebelum berkonsultasi kepada dokter.

Alasannya, 1 dari 10 wanita merasa ragu-ragu untuk mendiskusikan masalah kesehatannya dengan keluarga karena tak mau ada "kehebohan" diantara anggota keluarganya, sedangkan sepertiganya mengaku mencari penjelasan tentang penyakitnya secara online sebagai panduan sebelum berhadapan dengan sang dokter.

Bahkan seperempat wanita mengaku "ketakutan" saat berbicara dengan dokter.

Ironisnya, sepertiga wanita telah menghabiskan waktu sedikitnya dua minggu berkutat sendiri dengan masalah kesehatannya sebelum menemui dokter. Bahkan 1 dari 20 wanita mengaku telah menghabiskan waktu lebih dari setahun bertahan menghadapi gejala-gejala penyakitnya sebelum mencari pertolongan medis.

Gejala-gejala penyakit yang paling banyak mendorong wanita untuk mendiagnosis dirinya sendiri antara lain masalah tidur, sakit kepala dan depresi, sedangkan nyeri otot, gatal dan kelelahan biasanya mendorong wanita untuk berkonsultasi dengan Dr. Google.

Karena pengetahuan medis yang tidak memadai, akibatnya seperlima wanita selama beberapa waktu menduga dirinya mengidap penyakit yang serius. Menurut survei, alarm palsu yang paling sering terjadi pada sebagian besar wanita ini terkait dengan penyakit kanker payudara. Banyak wanita pun telah salah mendiagnosis dirinya menderita sariawan, tekanan darah tinggi atau asma.

Seperti dilansir dari The Telegraph, Rabu, (18/4/2012), survei yang melibatkan 1.000 wanita ini dilaksanakan oleh sebuah merk produk kesehatan wanita dari Inggris, Balance Activ.

(ir/ir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar