(Foto: thinkstock)
Berdasarkan data Riskesdas 2007, ada 11,6 persen penduduk Indonesia yang berusia diatas 15 tahun yang mengalami gangguan mental emosional atau berkisar 19 juta penduduk. 0,46 persen diantaranya bahkan mengalami gangguan jiwa berat atau sekitar 1 juta penduduk.
"Sayangnya, saat ini hanya ada sekitar 600 orang psikiater di Indonesia, 50 persennya ada di ibukota," tutur drg Suyatmi, MM, Kasubdit Bina Kesehatan Jiwa di Non Fasilitas Pelayanan kesehatan Kemenkes RI, dalam acara workshop 'Pertemuan Peningkatan Peran Media Massa Tentang Kesehatan Jiwa' di Hotel Grand Seriti, Bandung, Kamis (8/9/2011).
Idealnya, menurut drg Suyatmi 1 psikiater menangani 30.000 pasien gangguan jiwa, sehingga dibutuhkan 8.000 psikiater (dengan asumsi jumlah penduduk Indonesia 240 juta). Sayangnya, hanya ada 600 psikiater yang ada di Indonesia saat ini.
"Fenomena yang saya lihat adalah kita menjual kesehatan jiwa, kita menjual psikiatri itu kurang bagus," jelas dr G Pandu Setiawan, SpKJ, Ketua Jejaring Komunikasi Kesehatan Jiwa Indonesia.
dr Pandu menuturkan dari 600 orang psikiater yang ada di Indonesia, separuhnya ada di Jakarta, seperlima di Surabaya, seperenam di Yogya.
"Nah di pelosok itu nggak ada," jelas dr Pandu.
Selain itu, kurangnya pusat pendidikan psikiatri juga menyebabkan jumlah lulusan psikiater tak kunjung bertambah.
"Dengan jumlah moderat, bila selama 10 tahun ada 250 lulusan psikiater, maka 1 psikiater bisa menangani 100.000 pasien, dengan catatan ada tambahan psikiater dan tidak ada yang meninggal. Tapi itu kan tidak mungkin," tutup dr Pandu.
(mer/ir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar