Kamis, 15 September 2011

Penyakit Jantung Makin Mengancam Masyarakat Indonesia

Your browser does not support iframes.




(Foto: thinkstock)
Jakarta, Ancaman penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia terus mengalami peningkatan dengan usia penderita yang semakin muda. Penyakit ini makin mengancam karena rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang penyakit jantung dan pembuluh darah.

"Penyakit ini sudah mengancam. Mengapa? Karena penyakit jantung banyak terjadi di negara-negara miskin dan banyak menyerang orang di usia produktif di bawah usia 60 tahun. Kalau usia produktif yang kena, maka waktu penyembuhannya akan lama dan biayanya tidak sedikit," kata dr Dewi Andang Joesoef, Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia, dalam acara konferensi pers Hari Jantung Sedunia 'One World, One Home, One Heart' di Kantor Yayasan Jantung Indonesia, Jakarta, Kamis (15/9/2011).

Seperti di negara lain, di Indonesia sendiri penderita penyakit jantung dan pembuluh darah terus mengalami peningkatan menjadi 26,8 persen dan semakin mendekati penyakit penyebab kematian tertinggi.

Menurut Prof Dr dr Budi Setyanto, Sp.JP dari Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI, tingginya angka kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah lebih didorong karena rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang penyakit jantung dan pembuluh darah.

"Penyakit ini sebenarnya dapat dicegah dengan menekan faktor risikonya yaitu konsumsi rokok, pola makan tidak sehat, terlalu banyak asupan lemak, kurang makan berserat tinggi (sayur dan buah) serta rendahnya kegiatan fisik. Kalangan muda seringkali tidak menyadari bahwa penyakit jantung bisa terjadi dalam waktu yang singkat sampai akhirnya menyerang pasien," jelas Prof Budi.

Dalam kelompok penyakit tidak menular, penyakit jantung menduduki posisi pertama dengan 29 persen atau 17,1 juta pasien meninggal setiap tahunnya di seluruh dunia. Penyakit jantung dan pembuluh darah adalah satu dari empat penyakit utama pada kelompok penyakit tidak menular.

Kelompok penyakit utama yang terdiri dari penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, diabetes serta penyakit pernapasan kronis (di luar kematian akibat kecelakaan dan penyakit tidak menular lainnya) secara global mendominasi 55 persen dari penyebab kematian di dunia setiap tahunnya.

"Penyakit jantung dan pembuluh darah sendiri juga bertanggung jawab atas 17,1 juta jiwa atau 29 persen dari total angka kematian setiap tahunnya. Hal ini menjadikan penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan penyakit penyebab kematian tertinggi yang paling umum," jelas dr Dewi.

Untuk memudahkan masyarakat memulai kebiasaan bergaya hidup sehat, Yayasan Jantung Indonesia mempunyai program SEHAT, yaitu:

  1. Seimbangkan gizi
  2. Enyahkan rokok
  3. Hadapi dan atasi stres
  4. Awasi tekanan darah, kolesterol, gula darah, BMI dan lingkar pinggang.
  5. Teratur (bagi orang sehat) dan terukur (bagi pasien penyakit jantung) berolahraga.



(mer/ir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar