foto: Thinkstock
Pasien harus tidur untuk menjaga kesehatan emosional, untuk penyembuhan luka, dan menjaga sistem kekebalan tubuh yang kuat. Namun, kenyataannya pasien seringkali tidak dapat tidur dengan nyenyak atau bahkan tidak dapat tidur sama sekali ketika rawat inap di rumah sakit.
Terkadang ada pasien yang dijadwalkan untuk menjalani transfusi jam 4 pagi, yang berarti pasien harus dibangunkan pada pukul 3:30 pagi untuk mengambil obat yang diperlukan sebelum transfusi.
Untuk alasan praktis, hal itu masuk akal. Tetapi menurut pasien tidak seperti itu. Pasien yang menjalani jadwal tranfusi dini hari, seringkali mengeluhkan kurangnya waktu tidur. Tentunya merupakan hal yang sangat tidak mengenakan bagi pasien untuk menjalani perawatan saat dini hari ketika pasien sedang istirahat.
Sebenarnya prosedur perawatan medis yang dilakukan dini hari tersebut, terkadang bukan merupakan pertimbangan medis. Rumah sakit menjadwalkan prosedur perawatan pada dini hari biasanya bertujuan agar dapat mengakomodasi pasien baru. Jika dilakukan penundaan dilakukannya prosedur perawatan hingga pagi hari, mungkin pasien baru harus menunggu di instalasi gawat darurat (IGD) terlebih dahulu sebelum mendapatkan kamar di bangsal.
Selain karena alasan prosedur perawatan yang harus dilakukan dini hari, banyak pasien rawat inap di rumah sakit seringkali mengeluhkan sulit tidur. "Salah satu pasien saya mengalami insomnia kronis dan meminta obat tidur intravena tidur pada jam 4 pagi, kata Theresa Brown," seorang perawat di sebuah rumah sakit di AS seperti dikutip dari VOANews, Senin (12/9/2011).
"Perawat diajarkan untuk selalu berpikir dalam hal prioritas. Seorang pasien yang dapat terjatuh ketika pergi ke kamar mandi merupakan prioritas yang sangat utama untuk dibantu. Menenangkan seorang pasien yang mulai mengigau juga merupakan prioritas utama," kata Brown. Namun, memastikan pasien untuk dapat tidur dengan nyenyak mungkin tidak terpikir oleh para perawat.
Lingkungan rumah sakit memang seringkali menyebabkan pasien tidak dapat tidur senyaman di rumahnya, sehingga pasien tidak dapat tidur dengan nyenyak. Suasana rumah sakit oleh karena warna dinding, aroma ruangan, desain ruangan, serta interiornya terkadang menyebabkan pasien merasa benar-benar sedang sakit. Hal tersebut tentunya seringkali menyebabkan pasien sulit tidur.
Mungkin sebaiknya rumah sakit dapat dikondisikan lebih nyaman, dengan suasana yang menyerupai rumah. Selain itu, sebaiknya rumah sakit sedapat mungkin tidak menjadwalkan prosedur perawatan atau tindakan medis ketika sudah larut malam atau bahkan dini hari.
(ir/ir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar