foto: Thinkstock
Direktur bank sperma Cryos Internasional, Ole Schou mengatakan secara umum minat laki-laki untuk mendonorkan spermanya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Agar tidak melebihi daya tampung penyimpanan sperma, bank sperma terbesar di dunia itu mulai pilih-pilih donor.
Salah satu pertimbangan bank sperma yang bermarkas di Denmark ini dalam memilih donor sperma adalah warna rambut, mengingat sperma dari laki-laki berambut merah paling sedikit peminatnya. Daripada banyak yang tidak terpakai, maka stoknya mulai sekarang akan sangat dibatasi.
Minat terhadap sperma dari laki-laki berambut merah tidak terlalu banyak karena sebagian besar pasangan mandul tidak ingin memiliki anak dengan warna rambut seperti itu. Di negara barat, stigma yang melekat pada kaum berambut merah adalah nakal dan memiliki gairah seks di atas rata-rata.
"Saya pikir mereka tidak akan ingin punya anak berambut merah kecuali karena alasan tertentu misalnya pasangan laki-lakinya memang berambut merah, tetapi mandul sehingga butuh donor," ungkap Schou seperti dikutip dari The Sun, Senin (18/9/2011).
Permintaan donor sperma dari laki-laki berambut merah hanya tinggi di negara-negara tertentu, salah satunya Irlandia. Di negara ini, rambut merah justru memiliki daya tarik tersendiri karena terkesan seksi khususnya jika dimiliki oleh anak perempuan.
Minat terhadap donor sperma dari laki-laki berambut merah juga masih agak tinggi di Skotlandia, yang merupakan negara dengan populasi manusia berambut merah terbanyak di dunia, yakni 13 persen jumlah penduduknya. Diperkirakan jumlah pastinya lebih banyak dari populasi di Amerika Serikat yang hanya 8-16 juta jiwa.
Sementara sperma dari laki-laki berambut merah dibatasi, sperma dari laki-laki berambut coklat justru banyak dicari oleh pelanggan dari negara-negara Mediterania khususnya Spanyol, Italia dan Yunani. Di negara-negara tersebut, rambut coklat terkesan anggun apalagi jika dipadu dengan mata yang juga berwarna coklat.
Sperma dari laki-laki India juga termasuk yang banyak dicari, khususnya oleh warga ekspatriat keturunan India yang tinggal di Denmark. Namun stok sperma laki-laki India sangat terbatas karena pemerintah India melarang ekspor sperma maupun sel telur untuk dipakai di luar negeri.
Saat ini Cryos International merupakan pemegang rekor Guinness sebagai bank sperma terbesar di dunia. Bank sperma yang melayani lebih dari 65 negara ini telah mencapai kapasitas maksimal untuk penampungan 70 liter sperma, yang diperkirakan berasal dari 14.000 donor dan saat ini masih ada 600 donor yang menunggu giliran untuk menyumbangkan spermanya.
(up/ir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar