Kamis, 15 September 2011

Kombinasi Pengobatan Hepatitis C Percepat Penyembuhan

Your browser does not support iframes.




foto: Thinkstock
Jakarta, Hepatitis C adalah penyakit virus yang menyebabkan peradangan hati. Penyakit ini dapat menyebar melalui pertukaran cairan tubuh dengan orang yang terinfeksi. Universitas Cincinnati melakukan penelitian yang menunjukkan bahwa pasien hepatitis C yang mendapat terapi kombinasi obat berbasis telaprevir dapat sembuh hanya dalam waktu 24 minggu. Biasanya, pengobatan dilakukan selama 48 minggu.

Hasil ini menunjukkan bahwa pengobatan tidak perlu diperpanjang. Penelitian ini nampaknya akan mengubah standar perawatan pasien hepatitis C selama ini. Para peneliti mengatakan bahwa cepatnya pengobatan bisa disebabkan kepatuhan pengobatan serta penurunan efek samping yang berhubungan dengan penggunaan obat. Penelitian ini diterbitkan dalam edisi online New England Journal of Medicine pada 14 September 2011.

"Infeksi kronis hepatitis C merupakan masalah kesehatan yang serius bagi hampir 200 juta orang di seluruh dunia," kata peneliti utama, Kenneth Sherman, MD, PhD, profesor kesehatan dan penyakit pencernaan UC dan ketua divisi penyakit pencernaan di UC College of Medicine. "Selama bertahun-tahun, standar pengobatan hepatitis C yang paling umum di Amerika Serikat memerlukan waktu 48 minggu dengan dua obat; Pegylated interferon dan ribavirin. Penyembuhan terjadi pada 40 sampai 50 persen pasien."

"Dalam uji klinis, kami ingin menentukan apakah ada kelompok pasien yang dapat diobati untuk jangka waktu yang lebih pendek tanpa mengorbankan tingkat respons obat," tutur Prof. Sherman seperti dikutip dari medicalxpress.com (15/9/2011). Dalam studi tersebut, dari 540 pasien hepatitis C yang belum terdaftar mendapat pengobatan, tujuh puluh dua persen dari semua pasien yang masuk penelitian dapat disembuhkan.

"Tingginya tingkat kesembuhan menunjukkan bahwa tidak ada manfaatnya memperpanjang pengobatan selama 48 minggu seperti pada kebanyakan pasien saat ini," kata Sherman. "Yang penting, pasien dalam percobaan ini memiliki kemungkinan tinggi mencapai kesembuhan total dalam waktu 24 minggu terapi. Mengetahui hal ini dapat memberikan motivasi penting bagi pasien untuk melanjutkan terapi."

Untuk penelitian ini, semua pasien mendapatkan obat telaprevir-PI untuk hepatitis C setiap delapan jam, peginterferon alfa-2a dan ribavirin setiap minggu setiap hari selama 12 minggu. Kemudian telaprevir dihentikan dan pasien hanya menerima peginterferon-ribavirin sampai minggu ke-20. Sebanyak 352 orang atau 65 persen pasien dalam penelitian ini memiliki kesembuhan yang cepat.



(ir/ir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar