Senin, 19 September 2011

Kedekatan Istri dengan Teman Suami Sebabkan Disfungsi Ereksi

Your browser does not support iframes.




(Foto: thinkstock)
Jakarta, Hati-hati jika istri atau pacar lebih dekat dengan teman-teman dibanding pasangannya sendiri, baik itu teman laki-laki ataupun perempuan. Tak hanya menimbulkan risiko cemburu, tetapi juga berisiko menyebabkan disfungsi ereksi.

Baru baru ini, penelitian yang menganalisis data National Social Life, Health and Aging yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Opini Nasional di Universitas Chicago, melihat hubungan antara disfungsi seksual pria dan hubungannya dengan teman-teman dan pasangan mereka.

"Ketika seorang perempuan lebih dekat dengan teman-teman pasangannya daripada si pasangan sendiri, kehidupan seksnya akan menderita," kata para peneliti Benjamin Cornwell dari Cornell University yang penelitiannya dibantu oleh sosiolog dari University of Chicago, Edward Laumann seperti dikutip dari NewYorkTimes, Senin (19/9/2011).

Sayangnya, para perempuan seringkali berpikir bahwa pasangan mereka suka jika mereka berteman dekat dengan teman-teman dari pasangannya. Peneliti memberi nama fenomena ini dengan sebutan 'Partner betweenness'.

Arti fenomena ini yaitu ketika seorang istri atau pacar memiliki hubungan yang dekat dengan teman-teman suami atau pacarnya dibandingkan si suami atau pacarnya sendiri. Teman-teman pasangannya bisa yang berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan.

Fenomena ini terjadi ketika istri yang berkepribadian dominan bertindak sebagai penjaga gerbang rumah tangga atau terjadi pada pasangan dimana si pria banyak bersosialisasi dengan teman-teman dari pasangan perempuannya.

Pada banyak kasus, pria lebih mungkin mengalami kesulitan ereksi atau sulit mencapai orgasme selama berhubungan seks dengan pasangannya. Sekitar seperempat di antara mereka mengatakan bahwa mereka mengalami 'partner betweenness' setidaknya satu dari persahabatan dekat mereka.

Para peneliti mengatakan bahwa efeknya tampak signifikan. Seorang pria yang istri atau pacarnya lebih dekat dengan teman-temannya dibanding dia sendiri lebih mungkin mengalami disfungsi ereksi sekitar 92 persen.

Para pria yang lebih muda (berusia 57-64 tahun) memilki risiko dua setengah kali lebih mungkin mengalami disfungsi ereksi. Ketika sang pria memasuki usia 70-an, dampak negatifnya mulai berkurang dan menghilang.

Masalah pencetusnya bukanlah cemburu. Masalah seksual berakar pada masalah privasi dan otonomi, yang merupakan pusat identitas gender laki-laki.

"Seiring bertambahnya usia, pria umumnya lebih jarang bersosialisasi satu lawan satu dengan teman perempuannya. Persahabatan antar jenis kelamin jauh lebih umum ditemui pada pria muda," kata Geoffrey L. Greif, profesor pekerjaan sosial dan penulis buku 'Two Plus Two: Couples and Their Couple Friendships'.

Jadi, apakah sebaiknya perempuan perlu mengurangi kedekatannya dengan teman pasangannya demi kenikmatan seksual pasangannya?

"Kami tidak menyarankan laki-laki harus berteman dengan orang-orang yang tidak dikenal pasangannya. Hubungan sehat adalah jika masing-masing pasangan terlibat dalam hubungan sosial bersama-bersama. Tapi penting diingat bahwa pria juga memiliki hubungan sosial yang mandiri," kata Dr Cornwell.



(ir/ir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar