Senin, 12 September 2011

Hormon Testosteron Pria Turun Drastis Setelah Punya Bayi

Your browser does not support iframes.




(Foto: thinkstock)
Chicago, Illinois, Secara biologis, hormon seks testosteron pada pria mengalami penurunan yang drastis setelah memiliki momongan. Penurunan inilah yang membuat seorang ayah lebih berorientasi pada keluarga dan bisa diandalkan untuk membantu merawat bayi.

Hormon testosteron berfungsi untuk meningkatkan gairah seks pria dan membantu untuk bersaing dengan orang lain. Namun studi yang dilakukan tim peneliti dari Northwestern University menemukan bahwa hormon testosteron pada pria dapat menurun secara drastis segera setelah memiliki bayi.

Penurunan ini biasanya akan tampak jelas pada pria yang memiliki bayi baru lahir yang berusia kurang dari satu bulan. Penurunan yang semakin besar juga terjadi ketika seorang pria mau terlibat dalam pengasuhan anak.

"Menjadi ayah dan tuntutan memiliki bayi yang baru lahir membutuhkan banyak penyesuaian emosional, psikologis dan fisik. Studi kami menunjukkan bahwa perubahan substansial pada tubuh pria dapat membantu memenuhi tuntutan tersebut," jelas Christopher Kuzawa, peneliti utama, seperti dilansir BBC News, Selasa (13/9/2011).

Peneliti mengatakan turunnya kadar testosteron pria saat baru memiliki anak mungkin akan membuat pria lebih berorientasi pada keluarga dan cenderung tidak melakukan hal-hal yang menyimpang.

Dan peneliti juga percaya bahwa kadar testosteron yang lebih rendah dapat melindungi pria dari penyakit kronis tertentu. Hal ini membantu menjelaskan mengapa pria menikah dan menjadi ayah cenderung memiliki tingkat kesehatan yang lebih baik dibandingkan pria lajang pada usia yang sama.

"Tingkat testosteron pada pria umumnya tidak berubah banyak. Testosteron perlahan-lahan dapat menurun karena pria semakin tua dan perubahan dalam respons terhadap beberapa kondisi medis dan pengobatan. Tetapi melihat perubahan testosteron secara dramatis dalam menanggapi kehidupan keluarga ini sangat menarik. Pengamatan ini bisa membuat beberapa pengertian evolusi jika kita menerima gagasan bahwa pria dengan kadar testosteron rendah lebih mungkin monogami dengan pasangan mereka dan merawat anak-anak," jelas Dr Allan Pacey, pakar andrologi di University of Sheffield.




(mer/ir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar