Selasa, 13 September 2011

Bernyanyi dalam Paduan Suara Dapat Mengobati Gangguan Paru

Your browser does not support iframes.




(Foto: thinkstock)
Jakarta, Salah satu syarat untuk bernyanyi dengan baik adalah ketrampilan mengatur napas. Ketrampilan ini rupanya tidak hanya berguna untuk menghasilkan suara yang lantang sekaligus merdu, tetapi juga bisa mengatasi berbagai gangguan fungsi paru.

Prof Grenville Hancox dari The Sidney De Haan Research Centre for Arts and Health di Canterbury mengatakan efek bernyanyi dalam paduan suara benar-benar luar biasa. Beberapa pasien yang memiliki masalah dengan fungsi paru-paru bisa bernapas lebih lancar setelah mengikuti paduan suara.

Selain itu, Prof Hancox yang juga pendiri Skylark, semacam yayasan untuk penderita Parkinson juga mengakui manfaatnya bagi penyakit tersebut. Gangguan saraf yang dialami para penderita Parkinson berkurang, tampak dari kemampuannya mengontrol otot pita suara.

Penelitian resmi mengenai efek paduan suara bagi penderita masalah pernapasan memang belum banyak dilakukan. Saat ini, Prof Hancox baru merancang penelitian serupa untuk penderita Penyakit Pru Obstruktif Kronik (PPOK) yang rencananya akan berlangsung 10 bulan.

Sejumlah relawan dengan gangguan PPOK direkrut untuk penelitian itu dan akan terus dimonitor perubahan pada fungsi paru-parunya. Di awal penelitian, penderita PPOK umumnya memiliki napas pendek karena kemampuan paru-paru untuk menampung udara sangat terbatas.

Dalam kaitannya dengan pernapasan, aktivitas menyanyi sudah lama dikaitkan dengan peningkatan volume oksigen di paru-paru. Sebuah penelitian lain di Swedia pernah mengungkap, peningkatan volume oksigen saat bernyanyi dapat meningkatkan produksi hormon senang seperti oksitosin.

Peningkatan hormon oksitosin memang tidak secara langsung memperbaiki fungsi paru-paru. Namun ketika hormon ini meningkat, kadar stres berkurang dan tekanan darah menjadi lancar sehingga distribusi oksigen dari paru-paru ke organ lain menjadi lebih baik.

"Sudah banyak contoh dokter yang meresepkan olahraga sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit. Saya pikir, mengapa tidak meresepkan bernyanyi juga?" ungkap Prof Hancox seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (13/8/2011).



(up/ir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar