Your browser does not support iframes.
(Foto: thinkstock)California, Menjadi lansia atau orang lanjut usia saat ini bukan lagi sibuk dengan urusan penyakit. Lansia saat ini lebih gaul, bergaya dan punya keinginan tinggi untuk melakukan bedah plastik agar penampilannya makin oke.
American Society for Aesthetic Plastic Surgery mencatat pada tahun 2010 ada 84.685 prosedur bedah antara pasien untuk usia lebih dari 65 tahun. Bedah plastik ini meliputi 26.635 operasi pengencangan wajah, 24.783 operasi kelopak mata, 6.469 liposuctions (sedot lemak), 5.874 operasi payudara, 3.875 pengencangan dahi, dan lain-lain.
Salah satu lansia yang masih senang operasi plastik adalah Maria Kolstad yang berusia 83 tahun. Seperti dilansir dari The New York Times, Selasa (9/8/2011), janda yang tinggal di Orange County, California ini memang memiliki kehidupan yang kaya.
Di usia tuanya, Maria masih bekerja penuh waktu sebagai manajer properti dan menyibukkan diri dengan 12 cucu dan 13 cicit. Karena ingin memiliki penampilan yang prima, Maria memutuskan untuk memperbaiki bentuk tubuhnya. Lalu mulailah ia menjalani implan payudara pada 22 Juli 2011 selama 3 jam yang menghabiskan biaya sekitar US$ 8.000 (Rp 72 juta).
Maria adalah salah satu dari banyak lansia yang menikmati tahun emasnya dengan mempercantik diri dengan bantuan dari ahli bedah plastik. "Anda harus menjaga penampilan secara fisik, bahkan jika Anda hanya menginginkan seorang sahabat atau seseorang yang menawarkan makan malam bersama," kata Maria memberikan alasannya.
Para ahli mengatakan bedah plastik di usia tua ini akan menciptakan tren baru yang dilakukan oleh pasien usia 65 tahun ke atas. Tetapi hal tersebut juga menimbulkan kekhawatiran mengenai keselamatan dalam melakukan berbagai operasi pada pasien lansia, yang mungkin menderita konsekuensi fisik dan psikologis yang tidak diinginkan.
Para ahli mengatakan, ada banyak alasan untuk mendapatkan bedah plastik pada lansia. Salah satu alasannya adalah karena beberapa orang hidup lebih lama dan sehat. Sehingga timbul keinginan memperbaiki penampilan untuk menikmati masa hidup demi kepentingan psikis mereka.
Contoh lain lansia yang operasi plastik adalah Gilbert Meyer, seorang pensiunan produser film di Boynton Beach, Florida, yang berusia 75 tahun. Gilbert Meyer mendatangi praktik Dr Yakub Steiger, ahli bedah plastik wajah di Boca Raton, Florida, untuk melakukan operasi kelopak mata dan kulit leher tahun lalu. Operasi tersebut menghabiskan biaya US$ 8.000 (Rp 72 juta).
Tren bedah plastik lansia ini juga membuat tempat praktik ahli bedah plastik, Dr Daniel Man di Boca Raton Florida, mengalami peningkatan jumlah pasien yang berusia di atas 70 tahun.
Operasi apapun menimbulkan risiko, namun masih sangat sedikit studi yang difokuskan pada pasien lansia. Satu laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Plastic and Reconstructive Surgery pada bulan Juni 2011, menemukan bahwa bahaya operasi palstik pada usia 65 tahun ke atas tidak lebih besar daripada kelompok usia muda.
"Pertimbangan yang penting itu bukan masalah usia, tetapi masalah fisiologis (kondisi kesehatan)," kata Dr James E. Zins, ketua departemen bedah plastik di Cleveland Clinic.
Beberapa kritikus masih mempertanyakan apakah manfaat yang yang diperoleh sepadan dengan risikonya.
Harriet A. Washington, seorang penulis buku tentang isu-isu etika medis, menanyakan bagaimana pasien yang lebih tua dapat dengan mudah memberikan informed consent (surat pernyataan persetujuan) untuk operasi plastik. Menurutnya, beberapa dokter terkadang tidak benar-benar menjelaskan secara rinci mengenai segala risiko dari bedah plastik pada lansia. Terutama bagi lansia dengan kondisi kronis seperti diabetes, osteoporosis dan penyakit jantung.
Seorang dokter bedah plastik seharusnya memberikan segala informasi mengenai keuntungan dan segala risiko bedah plastik pada pasien lansia, terutama yang mempunyai riwayat penyakit sistemik tertentu. Baru setelah pasien mempertimbangkan segala risiko tersebut, pasien akan menandatangani informed consent (surat pernyataan persetujuan) untuk operasi plastik.
(ir/ir
(Foto: thinkstock)California, Menjadi lansia atau orang lanjut usia saat ini bukan lagi sibuk dengan urusan penyakit. Lansia saat ini lebih gaul, bergaya dan punya keinginan tinggi untuk melakukan bedah plastik agar penampilannya makin oke.
American Society for Aesthetic Plastic Surgery mencatat pada tahun 2010 ada 84.685 prosedur bedah antara pasien untuk usia lebih dari 65 tahun. Bedah plastik ini meliputi 26.635 operasi pengencangan wajah, 24.783 operasi kelopak mata, 6.469 liposuctions (sedot lemak), 5.874 operasi payudara, 3.875 pengencangan dahi, dan lain-lain.
Salah satu lansia yang masih senang operasi plastik adalah Maria Kolstad yang berusia 83 tahun. Seperti dilansir dari The New York Times, Selasa (9/8/2011), janda yang tinggal di Orange County, California ini memang memiliki kehidupan yang kaya.
Di usia tuanya, Maria masih bekerja penuh waktu sebagai manajer properti dan menyibukkan diri dengan 12 cucu dan 13 cicit. Karena ingin memiliki penampilan yang prima, Maria memutuskan untuk memperbaiki bentuk tubuhnya. Lalu mulailah ia menjalani implan payudara pada 22 Juli 2011 selama 3 jam yang menghabiskan biaya sekitar US$ 8.000 (Rp 72 juta).
Maria adalah salah satu dari banyak lansia yang menikmati tahun emasnya dengan mempercantik diri dengan bantuan dari ahli bedah plastik. "Anda harus menjaga penampilan secara fisik, bahkan jika Anda hanya menginginkan seorang sahabat atau seseorang yang menawarkan makan malam bersama," kata Maria memberikan alasannya.
Para ahli mengatakan bedah plastik di usia tua ini akan menciptakan tren baru yang dilakukan oleh pasien usia 65 tahun ke atas. Tetapi hal tersebut juga menimbulkan kekhawatiran mengenai keselamatan dalam melakukan berbagai operasi pada pasien lansia, yang mungkin menderita konsekuensi fisik dan psikologis yang tidak diinginkan.
Para ahli mengatakan, ada banyak alasan untuk mendapatkan bedah plastik pada lansia. Salah satu alasannya adalah karena beberapa orang hidup lebih lama dan sehat. Sehingga timbul keinginan memperbaiki penampilan untuk menikmati masa hidup demi kepentingan psikis mereka.
Contoh lain lansia yang operasi plastik adalah Gilbert Meyer, seorang pensiunan produser film di Boynton Beach, Florida, yang berusia 75 tahun. Gilbert Meyer mendatangi praktik Dr Yakub Steiger, ahli bedah plastik wajah di Boca Raton, Florida, untuk melakukan operasi kelopak mata dan kulit leher tahun lalu. Operasi tersebut menghabiskan biaya US$ 8.000 (Rp 72 juta).
Tren bedah plastik lansia ini juga membuat tempat praktik ahli bedah plastik, Dr Daniel Man di Boca Raton Florida, mengalami peningkatan jumlah pasien yang berusia di atas 70 tahun.
Operasi apapun menimbulkan risiko, namun masih sangat sedikit studi yang difokuskan pada pasien lansia. Satu laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Plastic and Reconstructive Surgery pada bulan Juni 2011, menemukan bahwa bahaya operasi palstik pada usia 65 tahun ke atas tidak lebih besar daripada kelompok usia muda.
"Pertimbangan yang penting itu bukan masalah usia, tetapi masalah fisiologis (kondisi kesehatan)," kata Dr James E. Zins, ketua departemen bedah plastik di Cleveland Clinic.
Beberapa kritikus masih mempertanyakan apakah manfaat yang yang diperoleh sepadan dengan risikonya.
Harriet A. Washington, seorang penulis buku tentang isu-isu etika medis, menanyakan bagaimana pasien yang lebih tua dapat dengan mudah memberikan informed consent (surat pernyataan persetujuan) untuk operasi plastik. Menurutnya, beberapa dokter terkadang tidak benar-benar menjelaskan secara rinci mengenai segala risiko dari bedah plastik pada lansia. Terutama bagi lansia dengan kondisi kronis seperti diabetes, osteoporosis dan penyakit jantung.
Seorang dokter bedah plastik seharusnya memberikan segala informasi mengenai keuntungan dan segala risiko bedah plastik pada pasien lansia, terutama yang mempunyai riwayat penyakit sistemik tertentu. Baru setelah pasien mempertimbangkan segala risiko tersebut, pasien akan menandatangani informed consent (surat pernyataan persetujuan) untuk operasi plastik.
(ir/ir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar