Your browser does not support iframes.
foto: ThinkstockWuhan, China, Mentang-mentang sudah uzur, seorang kakek ingin menikmati sisa hidupnya dengan menjalankan perilaku seks bebas. Akibatnya fatal, di usia yang hampir seabad kakek tersebut harus tertular Human Immunodeficiency Virus (HIV) penyebab AIDS.
Awalnya kakek 80 tahun asal Kota Wuhan yang terletak di China bagian tengah itu datang ke Zhongnan Hospital dengan keluhan demam yang tidak sembuh-sembuh. Singkat cerita, hasil tes darah kakek yang identitasnya sengaja dirahasiakan ini menunjukkan ada infeksi HIV positif.
Menurut si kakek, seumur hidup dirinya tidak pernah memiliki riwayat transfusi dan donor darah maupun menggunakan narkoba suntik. Berdasarkan pengakuan tersebut, dokter mengesampingkan kemungkinan bahwa si kakek tertular HIV melalui jarum suntik.
Kemungkinan lainnya adalah hubungan seks yang tidak aman, mengingat si kakek sudah berstatus duda dan diduga masih butuh melampiaskan libidonya. Dugaan itu tidak meleset, sebab si kakek mengakui sendiri bahwa dirinya sering melakukan hubungan seks dengan berganti-ganti pasangan.
Parahnya karena merasa sudah tua, si kakek tidak merasa perlu menggunakan kondom. Tanpa kondom, si kakek tidak memiliki perlindungan apapun terhadap risiko penularan infeksi seksual termasuk HIV dari salah satu pasangan seks yang ia sendiri tidak tahu latar belakang kesehatannya.
Di China, kasus ini bukan satu-satunya karena infeksi HIV di kalangan lanjut usia (lansia) memang sedang tinggi-tingginya. Data terbaru dari Chinese Center for Disease Control and Prevention (China CDC) menunjukkan infeksi HIV di usia 50 tahun ke atas naik dari 7,8 persen menjadi 14,9 persen dalam beberapa tahun terakhir.
Ironisnya peningkatan itu terjadi ketika status kesehatan para lansia di China dinilai makin membaik. Diduga karena makin membaik, gairah seksualnya justru makin meningkat sementara faktor lain yang turut memicunya adalah rasa bosan setelah pensiun.
"Risiko penularan HIV/AIDS di China mulai mulai bergeser ke usia paruh baya dan para lansia. Tahun ini saja kami sudah mendiagnosis 2 lansia dengan HIV positif, semuanya tertular melalui hubungan seks yang tidak aman," ungkap Gao Shicheng, pakar HIV/AIDS dari Zhongnan Hospital seperti dikutip dari Xinhuanet, Senin (8/8/2011).
Gao mengimbau para aktivis yang biasanya lebih banyak menyosialisasikan HIV/AIDS pada kaum gay dan pekerja seks, agar mulai memperhatikan para lansia. Menurutnya lansia justru lebih berisiko mengingat sebagian besar tidak banyak tahu tentang infeksi terseb
(up/ir
foto: ThinkstockWuhan, China, Mentang-mentang sudah uzur, seorang kakek ingin menikmati sisa hidupnya dengan menjalankan perilaku seks bebas. Akibatnya fatal, di usia yang hampir seabad kakek tersebut harus tertular Human Immunodeficiency Virus (HIV) penyebab AIDS.
Awalnya kakek 80 tahun asal Kota Wuhan yang terletak di China bagian tengah itu datang ke Zhongnan Hospital dengan keluhan demam yang tidak sembuh-sembuh. Singkat cerita, hasil tes darah kakek yang identitasnya sengaja dirahasiakan ini menunjukkan ada infeksi HIV positif.
Menurut si kakek, seumur hidup dirinya tidak pernah memiliki riwayat transfusi dan donor darah maupun menggunakan narkoba suntik. Berdasarkan pengakuan tersebut, dokter mengesampingkan kemungkinan bahwa si kakek tertular HIV melalui jarum suntik.
Kemungkinan lainnya adalah hubungan seks yang tidak aman, mengingat si kakek sudah berstatus duda dan diduga masih butuh melampiaskan libidonya. Dugaan itu tidak meleset, sebab si kakek mengakui sendiri bahwa dirinya sering melakukan hubungan seks dengan berganti-ganti pasangan.
Parahnya karena merasa sudah tua, si kakek tidak merasa perlu menggunakan kondom. Tanpa kondom, si kakek tidak memiliki perlindungan apapun terhadap risiko penularan infeksi seksual termasuk HIV dari salah satu pasangan seks yang ia sendiri tidak tahu latar belakang kesehatannya.
Di China, kasus ini bukan satu-satunya karena infeksi HIV di kalangan lanjut usia (lansia) memang sedang tinggi-tingginya. Data terbaru dari Chinese Center for Disease Control and Prevention (China CDC) menunjukkan infeksi HIV di usia 50 tahun ke atas naik dari 7,8 persen menjadi 14,9 persen dalam beberapa tahun terakhir.
Ironisnya peningkatan itu terjadi ketika status kesehatan para lansia di China dinilai makin membaik. Diduga karena makin membaik, gairah seksualnya justru makin meningkat sementara faktor lain yang turut memicunya adalah rasa bosan setelah pensiun.
"Risiko penularan HIV/AIDS di China mulai mulai bergeser ke usia paruh baya dan para lansia. Tahun ini saja kami sudah mendiagnosis 2 lansia dengan HIV positif, semuanya tertular melalui hubungan seks yang tidak aman," ungkap Gao Shicheng, pakar HIV/AIDS dari Zhongnan Hospital seperti dikutip dari Xinhuanet, Senin (8/8/2011).
Gao mengimbau para aktivis yang biasanya lebih banyak menyosialisasikan HIV/AIDS pada kaum gay dan pekerja seks, agar mulai memperhatikan para lansia. Menurutnya lansia justru lebih berisiko mengingat sebagian besar tidak banyak tahu tentang infeksi terseb
(up/ir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar