Your browser does not support iframes.
foto: ThinkstockJakarta, Kemoterapi telah digunakan secara efektif untuk mengobati berbagai kanker, namun tak semua aman karena ada yang bisa memicu gagal jantung. Namun kini ada cara baru untuk mengurangi risiko tersebut, yakni dengan menambahkan terapi hormon.
Jenis kemoterapi atau terapi kanker dengan obat-obatan yang diketahui punya hubungan dengan risiko gagal jantung salah satunya adalah Doxorubicin (DOX). Obat kanker ini bekerja dengan memblokir aktivitas gen STAT3, yakni gen yang mendorong pertumbuhan sel tumor.
Namun penelitian terbaru menunjukkan, kerusakan sel-sel induk pada jantung akibat penggunaan DOX bisa diminimalkan dengan pemberian hormon Eritropeitin (EPO) dalam dosis rendah. Di dalam tubuh makhluk hidup, hormon ini sebenarnya berfungsi mengatur produksi sel darah merah.
Dr Denise Hilfiker-Kleiner dari Hannover Medical School di Jerman yang melakukan penelitian tersebut membuktikan hal itu setelah mempelajari pengaruh EPO terhadap mekanisme regenerasi sel-sel induk pada jantung. Karena tidak mungkin melakukannya pada manusia, ia menggunakan tikus sebagai hewan uji.
Hasil pengamatan menunjukkan, tikus-tikus yang memiliki kaar EPO yang cukup membuat sel-sel induk pada jantung tikus-tikus lebih mampu memperbaiki diri. Pembentukan pembuluh darah yang baru untuk menggantikan yang rusak membuat distribusi oksigen di jantung lebih baik sehingga mengurangi risiko gagal jantung.
Setelah meneliti lebih jauh, para peneliti kemudian menemukan bahwa EPO dapat mengikat sel-sel induk yang diperlukan untuk menjaga mekanisme alamiah jantung untuk memperbaiki diri. Pada tikus yang kekuarngan EPO, pemberian terapi hormon EPO dalam dosis rendah bisa memperbaiki mekanisme tersebut.
"Pemberian erythropoietin jangka pendek dengan dosis rendah nampaknya menjadi cara yang menarik untuk melindungi jantung selama kemoterapi dan mungkin memiliki aplikasi yang lebih luas dalam regenerasi sel jantung," ungkap Dr Hilfiker-Kleiner seperti dikutip dari ScienceDaily, Rabu (10/8/2011).
(ir/ir
foto: ThinkstockJakarta, Kemoterapi telah digunakan secara efektif untuk mengobati berbagai kanker, namun tak semua aman karena ada yang bisa memicu gagal jantung. Namun kini ada cara baru untuk mengurangi risiko tersebut, yakni dengan menambahkan terapi hormon.
Jenis kemoterapi atau terapi kanker dengan obat-obatan yang diketahui punya hubungan dengan risiko gagal jantung salah satunya adalah Doxorubicin (DOX). Obat kanker ini bekerja dengan memblokir aktivitas gen STAT3, yakni gen yang mendorong pertumbuhan sel tumor.
Namun penelitian terbaru menunjukkan, kerusakan sel-sel induk pada jantung akibat penggunaan DOX bisa diminimalkan dengan pemberian hormon Eritropeitin (EPO) dalam dosis rendah. Di dalam tubuh makhluk hidup, hormon ini sebenarnya berfungsi mengatur produksi sel darah merah.
Dr Denise Hilfiker-Kleiner dari Hannover Medical School di Jerman yang melakukan penelitian tersebut membuktikan hal itu setelah mempelajari pengaruh EPO terhadap mekanisme regenerasi sel-sel induk pada jantung. Karena tidak mungkin melakukannya pada manusia, ia menggunakan tikus sebagai hewan uji.
Hasil pengamatan menunjukkan, tikus-tikus yang memiliki kaar EPO yang cukup membuat sel-sel induk pada jantung tikus-tikus lebih mampu memperbaiki diri. Pembentukan pembuluh darah yang baru untuk menggantikan yang rusak membuat distribusi oksigen di jantung lebih baik sehingga mengurangi risiko gagal jantung.
Setelah meneliti lebih jauh, para peneliti kemudian menemukan bahwa EPO dapat mengikat sel-sel induk yang diperlukan untuk menjaga mekanisme alamiah jantung untuk memperbaiki diri. Pada tikus yang kekuarngan EPO, pemberian terapi hormon EPO dalam dosis rendah bisa memperbaiki mekanisme tersebut.
"Pemberian erythropoietin jangka pendek dengan dosis rendah nampaknya menjadi cara yang menarik untuk melindungi jantung selama kemoterapi dan mungkin memiliki aplikasi yang lebih luas dalam regenerasi sel jantung," ungkap Dr Hilfiker-Kleiner seperti dikutip dari ScienceDaily, Rabu (10/8/2011).
(ir/ir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar