Jumat, 05 Agustus 2011

Terapi Hormon Bahaya Bagi Penderita Sakit Jantung

Your browser does not support iframes.



foto: ThinkstockBoston, Pada penderita kanker prostat, terapi hormon bisa meningkatkan keberhasilan terapi utamanya yakni radioterapi. Namun jika penderita kanker prostat itu memiliki riwayat sakit jantung, terapi hormon justru berbahaya karena bisa meningkatkan risiko kematian.

Hal itu disimpulkan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan secara online dalam International Journal of Radiation Oncology Biology Physics jurnal ilmiah resmi ASTRO. Menurut penelitian tersebut, penderita kanker prostat yang memiliki sakit jantung termasuk orang yang paling berisiko melakukan terapi hormon.

Penelitian yang dilakukan dari tahun 1991 sampai 2006 itu mengamati 14.594 pria penderita kanker prostat yang diobati menggunakan terapi radiasi dengan brachytherapy. Dari jumlah tersebut, 1.378 atau sekitar 9,4 persen memiliki riwayat gagal jantung.

Di antara orang-orang dengan kondisi sakit jantung, 22,6 persen menerima tambahan terapi sinar radiasi eksternal dan 42,9 persen mendapatkan terapi deprivasi androgen selama empat bulan. Terapi deprivasi androgen dilakukan untuk mengurangi kadar hormon testosteron dalam tubuh sehingga dapat memperlambat pertumbuhan kanker.

Pada kelompok pria kanker prostat dengan riwayat penyakit jantung, penambahan terapi hormon menyebabkan peningkatan yang signifikan terhadap tingkat risiko kematian. Pada pria kanker prostat yang sudah memiliki penyakit jantung, peneliti menemukan bahwa dalam 5 tahun 31,8 persen pria yang menerima terapi hormon meninggal. Sedangkan pada pria kanker prostat yang tidak menerima terapi hormon, hanya 19,5 persen meninggal.

"Kami menemukan bahwa pada pria dengan kanker prostat lokal dan memiliki riwayat penyakit jantung, pengobatan menggunakan terapi hormon ditambah radiasi berkaitan dengan kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengobatan dengan radiasi saja," kata Paul L Nguyen, MD, penulis utama penelitian dan ahli onkologi radiasi di Dana-Farber/Brigham and Women's Cancer Center di Boston seperti dikutip dari ScienceDaily (5/8/2011).

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme efek ini. Untuk sementara, peneliti menyarankan agar penderita kanker prostat yang memiliki riwayat sakit jantung mengonsultasikan dulu dengan dokternya jika ingin menggunakan terapi hormon.

(ir/ir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar