Your browser does not support iframes.
Elsie Campbell (dok: Dailymail)London, Biasanya hanya ibu hamil yang mengalami ngidam atau keinginan untuk makan sesuatu yang tidak lazim. Namun seorang ibu yang tidak sedang hamil mendadak ngidam sawi dan saat diperiksa ternyata gejala itu menandakan adanya kanker payudara.
Elsie Campbell, perempuan 59 tahun asal Inggris awalnya mengira ngidam sawi yang dirasakannya tersebut hanya keinginan sesaat. Namun setelah dituruti, esok harinya ia ingin makan sayur itu lagi dan makin lama makin parah hingga sanggup menghabiskan sawi 4 bonggol/hari.
Saat sarapan, makan siang di kantor maupun di sela-sela aktivitasnya sebagai karyawati swasta, yang ada di pikirannya hanyalah sayuran sawi. Ngidam yang lebih mengarah ke kecanduan ini tak pelak membuat Elsie khawatir, karena pasti ada sesuatu yang tidak beres dengan tubuhnya.
Bersama Jim Campbell suaminya, Elsie berusaha mencari tahu segala hal terkait sawi dan kecanduan sawi. Informasi awal yang didapatnya dari sebuah sumber di internet mengatakan, sawi mengandung Sulforaphane yang merupakan salah satu senyawa antikanker.
Berbekal informasi tersebut, Elsie segera memeriksakan diri ke dokter. Kekhawatirannya tidak meleset, sebab dokter menemukan benjolan kecil di payudaranya lalu mendiagnosis Elsie terjangkit kanker payudara dan untungnya masih dalam stadium awal.
"Saat itu saya baru sadar, tubuh saya mendadak ingin makan sawi karena secara alamiah ingin melawan sel-sel kanker yang mulai menggerogotinya. Ibaratnya tubuh saya ingin mengobati dirinya sendiri," ungkap Elsie seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (3/8/2011).
Ngidam sawi yang membuat Elsie sampai kecanduan dialaminya sekitar tahun 2004. Diagnosis kanker payudara stadium awal didapatnya tak lama kemudian tepatnya awal 2005 dan sekarang dinyatakan sudah sembuh setelah menjalani serangkaian terapi.
Suaminya yang kebetulan seorang peneliti mengatakan, keinginan untuk makan sesuatu kadang-kadang menunjukkan bahwa tubuh membutuhkan sesuatu. Misalnya saat hamil muda ada ibu-ibu yang ingin makan mangga muda, kemungkinan tubuhnya memang kekurangan asam.
"Beberapa penyakit kronis seperti diabetes dan Alzheimer butuh waktu lama, hingga 20 tahun untuk menampakkan gejala yang spesifik. Namun kalau peka, tubuh dapat memberikan sinyal-sinyal yang mengarahkan kita untuk melawan perkembangan penyakit tersebut," ungkap Jim Campbell.
(up/ir
Elsie Campbell (dok: Dailymail)London, Biasanya hanya ibu hamil yang mengalami ngidam atau keinginan untuk makan sesuatu yang tidak lazim. Namun seorang ibu yang tidak sedang hamil mendadak ngidam sawi dan saat diperiksa ternyata gejala itu menandakan adanya kanker payudara.
Elsie Campbell, perempuan 59 tahun asal Inggris awalnya mengira ngidam sawi yang dirasakannya tersebut hanya keinginan sesaat. Namun setelah dituruti, esok harinya ia ingin makan sayur itu lagi dan makin lama makin parah hingga sanggup menghabiskan sawi 4 bonggol/hari.
Saat sarapan, makan siang di kantor maupun di sela-sela aktivitasnya sebagai karyawati swasta, yang ada di pikirannya hanyalah sayuran sawi. Ngidam yang lebih mengarah ke kecanduan ini tak pelak membuat Elsie khawatir, karena pasti ada sesuatu yang tidak beres dengan tubuhnya.
Bersama Jim Campbell suaminya, Elsie berusaha mencari tahu segala hal terkait sawi dan kecanduan sawi. Informasi awal yang didapatnya dari sebuah sumber di internet mengatakan, sawi mengandung Sulforaphane yang merupakan salah satu senyawa antikanker.
Berbekal informasi tersebut, Elsie segera memeriksakan diri ke dokter. Kekhawatirannya tidak meleset, sebab dokter menemukan benjolan kecil di payudaranya lalu mendiagnosis Elsie terjangkit kanker payudara dan untungnya masih dalam stadium awal.
"Saat itu saya baru sadar, tubuh saya mendadak ingin makan sawi karena secara alamiah ingin melawan sel-sel kanker yang mulai menggerogotinya. Ibaratnya tubuh saya ingin mengobati dirinya sendiri," ungkap Elsie seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (3/8/2011).
Ngidam sawi yang membuat Elsie sampai kecanduan dialaminya sekitar tahun 2004. Diagnosis kanker payudara stadium awal didapatnya tak lama kemudian tepatnya awal 2005 dan sekarang dinyatakan sudah sembuh setelah menjalani serangkaian terapi.
Suaminya yang kebetulan seorang peneliti mengatakan, keinginan untuk makan sesuatu kadang-kadang menunjukkan bahwa tubuh membutuhkan sesuatu. Misalnya saat hamil muda ada ibu-ibu yang ingin makan mangga muda, kemungkinan tubuhnya memang kekurangan asam.
"Beberapa penyakit kronis seperti diabetes dan Alzheimer butuh waktu lama, hingga 20 tahun untuk menampakkan gejala yang spesifik. Namun kalau peka, tubuh dapat memberikan sinyal-sinyal yang mengarahkan kita untuk melawan perkembangan penyakit tersebut," ungkap Jim Campbell.
(up/ir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar