Rabu, 03 Agustus 2011

Jumlah Penderita Gizi Kurang di Indonesia Semakin Menurun

Your browser does not support iframes.



foto: ThinkstockJakarta, Salah satu permasalahan gizi yang ada di Indonesia adalah gizi kurang. Tapi saat ini jumlah penderita gizi kurang di Indonesia dari hari ke hari semakin menurun.

"Gizi kurang saat ini jumlahnya semakin menurun, sekarang sekitar 17,4 persen. Tapi dulu-dulu jumlahnya mencapai 30-an persen," ujar Menkes dr Endang Rahayu Sedyaningsih, DrPH, MPH dalam acara pelantikan Pengurus Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat di Gedung Kemenkes, Jakarta, Rabu (3/8/2011).

Menkes menuturkan jika dibandingkan dengan jumlah populasi yang ada di Indonesia memang angkanya masih tinggi, tapi secara statistik jumlah penderita gizi buruk semakin menurun.

Seseorang mengalami kurang gizi jika berat badannya tidak sesuai atau berada di bawah normal bila dibandingkan dengan usianya. Hal ini biasanya dikarenakan oleh faktor kemiskinan keluarga tapi juga ada yang karena faktor orangtua yang malas mengolah makanan untuk anaknya atau tidak tahu kebutuhan gizi apa yang harus dipenuhi oleh anaknya tersebut.

Menkes menuturkan meski jumlahnya terus menurun, beberapa upaya terus dilakukan agar nantinya jumlah penderita gizi buruk bisa mencapai MDGs (Millenium Development Goals) yaitu kurang dari 15 persen seperti:

  1. Deteksi dini di posyandu dengan melakukan penimbangan bayi dan balita serta melalui KMS (Kartu Menuju Sehat) sehingga bisa diketahui grafik pertumbuhannya.
  2. Upaya pemulihan gizi dengan menggunakan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), hal ini karena dana BOK boleh digunakan untuk pemulihan gizi
  3. Jika kondisinya belum berat maka ada upaya berbasis masyarakat
  4. Tapi jika kondisinya sudah berat, maka akan ditangani di rumah sakit.

"Seperti halnya rumah gizi yang ada di Yogyakarta dan ada 1 lagi tapi saya lupa daerahnya, itu merupakan upaya berbasis masyarakat," ungkap Menkes.

Masalah gizi yang kurang juga bisa mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan. Jika satu generasi mengalami kurang gizi maka dampaknya pada tinggi badan kemungkinan baru terasa di generasi berikutnya.

Untuk itu dalam mengatasi masalah gizi buruk dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan harus dilakukan secara komprehensif serta menyeluruh, diantaranya bisa melalui perbaikan gizi ibu hamil atau antenatal care.

(ver/ir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar