Selasa, 14 Juni 2011

Minat Pria Ber-KB di Kendari Paling Tinggi

Your browser does not support iframes.



(Foto: thinkstock)Kendari, Karena sering dianggap urusan wanita, pembatasan kehamilan melalui program KB jarang melibatkan pria. Lain halnya dengan Sulawesi Tenggara, peminat KB pria di provinsi ini termasuk paling tinggi di Indonesia dan jumlahnya terus meningkat.

Data terbaru dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tenggara menunjukkan jumlah peserta KB Modus Operasi Pria (MOP) atau vasektomi di wilayah ini tercatat 220 orang atau 78,01 persen dari target 282 orang. Ditargetkan pada November 2011 persentasenya telah mencapai 100 persen.

"Sultra (Sulawesi Tenggara) pernah tertinggi di Indonesia untuk MOP. Naik turun lah, kadang nomor 2," ungkap Kepala BKKBN Sulawesi Tenggara, H Siswanto, SH, MM saat dimui di Bandara Haluoleo, Kendari, Selasa (14/6/2011).

Tingginya minat pria untuk ber-KB di Selawesi Tenggara tak lepas dari strategi yang diterapkan BKKBN setempat. Melalui program unggulan yang dinamakan KB Bahteramas, para Petugas Penyuluh KB Daerah (PPKBD) yang merupakan tenaga sukarela sangat dihargai dengan adanya insentif yang dianggarkan dari APBD.

Selain itu, BKKBN Sultra juga menggiatkan sosialisasi melalui para peserta KB yang bersedia memberikan testimoni tentang kontrasepsi MOP. Langkah ini untuk meluruskan mitos, bahwa MOP tidak sama seperti dikebiri sehingga tidak mengurangi fungsi seksual lainnya.

Sosialisasi program KB secara umum juga didukung oleh Tim Penggerak (TP) PKK setempat yang diketuai oleh istri gubernur Sultra, Tina Nuralam. Melalui MoU antara BKKBN dan TP PKK, seluruh keluarga yang terhimpun dalam program dasa wisma sudah otomatis masuk dalam binaan BKKBN.

"Keberhasilan program KB harus didukung semua kalangan. Kami dari TP PKK siap turun ke lapangan," ungkap Tina yang juga hadir di bandara haluoleo untuk menyambut Kepala BKKBN Pusat, Sugiri Sjarief.

Secara umum, Siswanto mengatakan bahwa program KB di Sulawesi Tenggara cukup berhasil meski diakui bahwa fertility rate (tingkat kesuburan) masih di angka 3 persen atau di bawah rata-rata nasional yakni 1,49 persen. Namun dari berbagai indikator, program KB di Sulawesi Tenggara mendapat rapor biru alias tidak ada merahnya.


(up/ir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar