Rabu, 08 Juni 2011

Menkes: Jangan Pakai Kata 'Vonis' untuk Penderita Kanker

Your browser does not support iframes.



Menkes (dok: detikHealth)Jakarta, 'Bapak divonis kanker'. Kata 'vonis' sering sekali digunakan bagi pasien yang didiagnosa kanker. Tapi Menkes mengatakan kata 'vonis' tidak cocok diberikan pada penderita kanker.

"Dulu kalau kena kanker sering disebut vonis kanker, jadi seperti dapat hukuman. Sebaiknya jangan pakai kata-kata itu, karena justru tidak memberi semangat," ujar Menteri Kesehatan RI, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH dalam acara bedah buku 'Berdamai dengan Kanker' terbitan PT Mizan Pustaka, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Rabu (8/6/2011).

Menkes mengatakan sebaiknya tidak ada diskrimansi antara penderita kanker dan penyakit lainnya. Kanker memang menakutkan, tetapi jangan gunakan kata 'vonis' untuk diagnosa kanker.

"Pakai saja kata diagnosa, jangan vonis. Jadi seperti penyakit lainnya, diagnosa flu, diagnosa kanker," tambah Menkes.

Menkes mengatakan bahwa siapapun dapat terkena kanker, termasuk dirinya yang kini juga sebagai survivor kanker paru.

"Tuhan memberi saya bermacam-macam kegembiraan dan kebahagiaan, tapi juga memberi bermacam-macam cobaan salah satunya kanker. Tapi dibalik cobaan ini pasti ada hikmahnya," lanjut Menkes.

Menurut Menkes, sakit yang dirasakan penderita kanker lebih banyak karena proses pengobatan seperti kemoterapi dan radiasi, sebelum sel kankernya sendiri menyebar.

"Artinya kalau saya tidak muncul di TV berarti lagi di rumah sakit. Dan saya tidak berhenti berenang, yoga juga berbagi dengan teman-teman," lanjut Menkes.

Menkes juga menanggapi masalah banyak pasien kanker yang mencari pengobatan alternatif pada saat didiagnosa kanker.

"Kenapa banyak yang berobat ke alternatif? Karena pengobatannya memang tidak menyenangkan, bikin mual, muntah dan sebagainya. Saya juga menjalaninya," jelas Menkes.

Tapi makin lama, lanjut Menkes, teknologi pengobatan kanker makin menyenangkan. Artinya bukan menjanjikan kesembuhan, namun dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dari waktu ke waktu.

(mer/ir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar