Sabtu, 21 Januari 2012

Morowali Dapat Dana Khusus Rp 1 Miliar untuk Program KB

Your browser does not support iframes.




(Foto: thinkstock)
Morowali, Karena sulitnya wilayah demografi dan kondisi lingkungan, kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) sebesar 1 miliiar untuk membantu pelaksanaan program keluarga berencana (KB).

"Ada sekitar 350 lebih kabupaten/kota yang mendapatkan dana alokasi khusus, yang tujuannya untuk membantu pelaksanaan program KB di kabupaten/kota," tutur DR. Dr. Sugiri Syarief,MPA, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) saat ditemui di PT Inco, Soroako, Sulawesi Selatan, Sabtu (21/01/2012).

Menurut Sugiri, hingga sekarang ini, DAK sangat membantu sekali untuk daerah kabupaten/kota, karena dapat untuk membeli mobil unit penerangan (mupen), mobil unit pelayanan, sepeda motor PLKB (petugas lapangan KB) dan alat-alat keperluan KB lainnya.

"Untuk Morowali kita serahkan DAK 2011 sekitar Rp 1 miliar. Itu yang utama untuk pengadaan balai penyuluhan KB, posyandu, mupen, obgin bed (ranjang untuk persalinan)," jelas DR Sudibyo Alimoeso, MA, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN.

Karena kabupaten Morowali termasuk dalam 3 kabupaten di Sulawesi Tengah yang merupakan daerah kepulauan, yang menjadi kendala untuk program KB adalah tidak adanya fasilitas speed boat untuk para PLKB agar bisa menempuh desa-desa yang tersebar di pulau-pulau kecil.

"Kita memahami kebutuhan itu, kalau memang itu (speed boat) dibutuhkan untuk kabupaten/kota yang kepulauan, tidak ada masalah. Cuma kami punya pengalaman, dulu pernah punya tahun 90-an, yang menjadi masalah adalah pemeliharaanya. Kami boleh-boleh saja, tapi mengingatkan bahwa pemeliharaannya itu cukup mahal. Kalau pemerintah kabupaten/kota mau kita tidak masalah, tapi kita mengingatkan saja," jelas Sugiri.

Program untuk daerah tertinggal, terpencil dan perbatasan (galcitas) sendiri, Sugiri menjelaskan bahwa tetap melanjutkan program-program yang sudah ada sebelumnya, serta yang terbaru akan mendorong generasi muda untuk lebih mengemuka dan juga vitalisasi posyandu.

(mer/ir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar