(Foto: thinkstock)
Di provinsi Sulawesi Tengah ada 3 kabupaten yang memiliki daerah kecamatan yang terpisah dari pulau induk, yaitu Morowali, Banggai Kepulauan dan Tojo Una-una.
Meski terpisah dari pulau induk, setiap kecamatan dan desa tetap harus mendapatkan pelayanan KB yang baik. Oleh karena itu, PLKB membutuhkan alat transportasi yang bisa menjangkau, seperti speed boat atau perahu motor.
"Untuk di Morowali, kita sewa speed boat itu Rp 5 juta sehari untuk keliling. Ya mahal, tapi karena memang tidak ada ya terpaksa," jelas Siti Ramadhani, Kepala Pemberdayaan Keluarga Berencana dan Perempuan Kabupaten Morowali, saat berbincang di kediamannya, Morowali, Sulteng, Kamis (19/1/2012).
Petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) merupakan petugas yang telah dilatih dengan khusus untuk dapat memberikan penyuluhan dan mengajak masyarakat agar mau mengikuti program keluarga berencana (KB).
Sebagai daerah kabupaten yang beberapa kecamatannya terpisah dari pulau induk, PLKB Morowali harus tetap menjangkau kecamatan yang terpisah tersebut walaupun tidak setiap hari.
"Kalau mau menyeberang kita harus sediakan dulu Rp 5 juta baru bisa jalan," lanjut Siti.
Sebenarnya dari BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah sendiri sudah mengajukan anggaran dana untuk dapat membeli perahu motor sendiri. Namun realitanya hingga sekarang masih belum ada.
"Untuk anggaran fasilitas bisa dari Dana Anggaran Khusus, tapi penggunaannya tetap harus sesuai arahan dari atas, jadi tidak beli sembarangan," jelas Siti.
Selain itu, perawatan fasilitas juga menjadi masalah. Sebenarnya dulu pernah ada, tetapi karena perawatan yang kurang, akhirnya rusak.
"Kita punya pengalaman, dulu tahun 80-an kita pernah punya tapi ternyata pemeliharaannya juga jadi masalah," tutur Dra. Hj. Rostiawaty Arhus, MM, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah.
(mer/ir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar