(Foto: thinkstock)
Sebuah survei yang melibatkan 1.600 orang menemukan sekitar 30 persen pekerja sekarang lebih cenderung memaksakan diri masuk kantor meski sedang sakit karena takut pekerjaannya akan mempengaruhi faktor ekonomi.
"Penelitian kami menunjukkan kemerosotan ekonomi telah membuat orang lebih banyak pergi ke kantor meski sering sakit karena takut kehilangan pekerjaannya," ujar Marcus Powell, direktur manajer, Nuffield Health, seperti dikutip dari Mirror.co.uk, Rabu (18/1/2012).
Powell menuturkan hal ini tentu saja bisa berakibat buruk bagi diri karyawan maupun bisnis tersebut, karena kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam keamanan bekerja.
"Kesehatan yang efektif dan kesejahteraan bisa membantu orang memiliki tubuh yang tetap bugar secara fisik dan mental, tapi jika ia masuk kerja saat sakit bisa saja menginfeksi orang lain," ujar Dr Andy Jones, direktur medis Nuffield Health.
Dr Jones menuturkan orang yang masuk kerja meski sakit disebut presenteeism. Kondisi ini akan memperburuk tingkat stres sehingga tidak mampu bekerja secara efektif serta mempengaruhi produktivitas dan rekan kerja.
"Setiap dokter pasti akan menyarankan pekerja untuk tetap tinggal di rumah dan beristirahat jika kondisi tubuhnya memang sedang tidak sehat, terutama pekerja yang membutuhkan konsentrasi tinggi atau sering bertemu orang," ujar Dr Jones.
Karyawan yang memaksakan diri masuk kantor akan menjerumuskannya pada keletihan fisik dan mental sehingga memperburuk penyakit dan membutuhkan waktu pemulihan lebih yang lama karena daya tahan tubuhnya semakin menurun.
Selain itu, bagi perusahaan, presenteeisme yang terjadi justru akan memicu kerugian yang lebih besar dibanding jika karyawan tersebut beristirahat di rumah, karena stres yang dialami pekerja akan mengurangi produktivitasnya.
(ver/ir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar