(Foto: thinkstock)
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan Alzheimer adalah penyebab keempat kematian di negara dengan pendapatan tinggi karena meningkatkan populasi penuaan di seluruh dunia.
Kini ilmuwan dari Salk Institute for Biological Studies memberikan harapan tinggi untuk obat baru karena mampu meningkatkan memori dan mencegah kerusakan otak pada tikus. Sehingga menjadi kandidat yang menjanjikan sebagai obat pertama yang mampu menghentikan perkembangan Alzheimer pada manusia.
Tim Salk mengembangkan metode dengan menggunakan neuron hidup yang tumbuh di wadah laboratorium untuk menguji efektivitas senyawa sintetik baru dalam melindungi sel-sel otak terhadap patologi yang terkait dengan penuaan otak.
Peneliti memulai dengan menggunakan senyawa timbal yang awalnya dikembangkan untuk pengobatan stroke dan cedera otak yang dikombinasikan dengan hasil tes dari senyawa kimia.
Tapi tim peneliti menemukan senyawa ini bisa mengubah struktur kimia untuk membuat obat Alzheimer menjadi jauh lebih kuat atau dikenal sebagai J147. Hasil studi ini diterbitkan dalam jurnal PLoS ONE.
"Alzheimer adalah penyakit yang kompleks, tapi perkembangan di dunia farmasi sering difokuskan pada jalur amiloid yang gagal saat uji klinis," ujar Marguerite Prior yang memimpin studi bersama Qi Chen, seperti dikutip dari Gizmag.com, Selasa (20/12/2011).
Prior menuturkan sebaliknya dengan menguji senyawa ini dalam kultur sel hidup, maka bisa menentukan apa yang dilakukan oleh sel terhadap berbagai masalah yang berkaitan dengan usia dan memilih cara untuk mencegahnya.
"J147 meningkatkan memori dan juga melindungi otak dari kehilangan koneksi synaptic. Saat ini tidak ada obat di pasar untuk Alzheimer yang memiliki kedua sifat ini," ujarnya.
Tim mengungkapkan J147 ini akan diuji untuk pengobatan Alzheimer pada manusia dalam waktu dekat. Karena kemampuannya luas untuk melindungi sel-sel saraf, maka kemungkinan obat ini juga efektif untuk mengobati gangguan neurologis lain seperti Parkinson, amyotrophic lateral sclerosis (ALS) serta stroke.
(ver/ir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar