Selasa, 20 Desember 2011

Mayoritas Pasien Penasaran Ingin Ngintip Catatan Dokter

Your browser does not support iframes.




Ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta, Berbagai catatan dokter di lembaran rekam medis adalah milik pasien, namun tak banyak yang berani menanyakan isinya. Mayoritas pasien penasaran ingin mengintip isinya, sebaliknya beberapa dokter lebih memilih untuk merahasiakannya.

Survei terbaru dari Truth On Call yang dilakukan di 100 tempat praktik dokter mengungkap, mayoritas pasien pernah curi-curi kesempatan untuk membuka isi catatan dalam lembaran rekam medis. Niat ini dilaksanakan saat dokter meninggalkannya seorang diri di ruang praktik.

"Perawat meninggalkannya di meja, lalu saya buka-buka sendiri dan saya baca isinya," kata Wendie Howland, seorang pasien asal Cape Cod, Massachusett yang pernah dirawat inap selama 10 hari karena infeksi, seperti dikutip dari MSNBC, Selasa (20/12/2011).

Betapa terkejutnya Howland, dalam catatan tersebut ia menemukan bahwa beberapa tahun yang lalu seorang dokter pernah menjahit luka di tempat yang salah di tubuhnya. Kesalahan itu diduga memicu infeksi yang menyiksanya beberapa bulan terakhir.

"Saya melakukan itu karena saya pikir itulah hal terbaik yang bisa saya lakukan. Saya marah karena jadi tidak nyaman beberapa bulan belakangan," keluh Howland.

Survei yang melibatkan 40.000 pasien di beberapa kota di Amerika Serikat ini mencatat, 90 persen pasien ingin mengetahui apa saja yang ditulis dokter di rekam medisnya. Kebanyakan pasien mengaku akan lebih patuh minum obat jika tahu kondisi kesehatan yang sebenarnya.

Di sisi lain, beberapa dokter di Amerika Serikat kurang suka jika isi rekam medis dibaca oleh pasiennya. Alasan utamanya adalah, supaya pasien tidak terlalu banyak bertanya dan menciptakan antrean panjang pada pasien berikutnya yang menunggu giliran diperiksa.

Padahal di banyak negara termasuk Indonesia, pasien berhak mengetahui segala informasi menyangkut kesehatannya. Bahkan pasien juga berhak untuk tidak percaya pada informasi tersebut, lalu mencari pendapat dokter lain jika menurutnya informasi tersebut meragukan.

"Secara hukum, pasien berhak tahu isi catatan tersebut. Dokter hanya bisa mempersulit pasien secara diam-diam, namun sama sekali tidak berhak melarangnya," kata Dr Tom Delbanco dari Harvard University yang melaporkan temuan itu dalam jurnal Annals of Internal Medicine.


(up/ir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar