Selasa, 22 Mei 2012

Terapi Hormon untuk Perempuan Menopause Lebih Banyak Manfaatnya

Browser anda tidak mendukung iFrame



(Foto: Thinkstock)
Jakarta, Banyak perempuan menopause takut menggunakan hormone replacement therapy (HRT) atau terapi pengganti hormon karena diduga meningkatkan risiko kanker payudara. Tapi studi analisis terbaru menunjukkan bahwa rasa takut itu tidak perlu terjadi.

Sebuah panel dari pakar internasional menuturkan ribuan perempuan telah mengalami penderitaan karena ketakutannya akan HRT. Penelitian tentang terapi hormon pengganti ini telah menyimpulkan perempuan menopause menjadi korban dari ketakutan massa yang dihasilkan dari temuan 10 tahun lalu.

Pada penelitian tahun 2002 dicapai kesimpulan bahwa HRT meningkatkan risiko kanker payudara. Beberapa dokter tidak pernah meresepkan HRT karena telah keliru percaya bahwa risiko pengobatan lebih besar dari manfaatnya. Hal ini memicu ketakutan massa sehingga banyak perempuan menopause yang memilih tidak menggunakan HRT.

Sementara itu dokter di Inggris menyerukan aturan tentang resep HRT harus ditulis ulang sehingga memungkinkan generasi yang ada saat ini mendapatkan keuntungan terhadap perlindungan tulang dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Analisis bukti baru yang dikemukakan oleh ahli terkemuka yang melakukan studi Women’s Health Initiative dan dipublikasikan dalam artikel Climacteric, jurnal International Menopause Society menuturkan risiko kesehatan tambahan hanya diterapkan pada pasien yang lebih tua dan biasanya tidak menggunakan HRT.

HRT biasanya diresepkan bagi perempuan menopause berusia 50 tahun untuk memerangi gejala menopause seperti hot flushes dan perubahan suasana hati, serta melindungi tulang.

Hasil lain adalah obat ini terbukti mengurangi risiko serangan jantung pada perempuan usia 50-an tahun, tidak meningkatkan risiko stroke serta memiliki risiko lebih rendah terhadap kematian akibat penyebab lain dibanding dengan perempuan yang tidak menggunakan HRT.

"Manfaatnya jauh lebih besar daripada risiko bagi mayoritas perempuan yang memilih untuk menggunakannya," ujar Dr Nick Panay ketua British Menopause Society, seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (22/5/2012).

Dr Panay menambahkan risiko absolut kanker payudara bagi perempuan yang menggunakan HRT rendah. Diperkirakan sekitar 1 kasus tambahan terjadi per 1.000 perempuan yang menggunakan HRT selama 1 tahun dan risiko mulai naik jika sudah digunakan setelah 7 tahun.

"HRT aman diberikan bagi perempuan yang membutuhkannya di akhir usia 40-an tahun dan awal 50-an tahun," ujar Dr Panay.

Peneliti Profesor Matthew Allison dari University of California, San Diego menuturkan memiliki berat badan berlebih atau gemuk, tidak berolahraga atau mengonsumsi alkohol berlebihan bisa memberikan risiko lebih tinggi untuk kanker payudara pada pengguna HRT.

Untuk itu saran medis yang ada saat ini di negara Inggris adalah HRT harus ditawarkan hanya pada perempuan yang memiliki gejala menopause serius dan dilakukan dalam waktu sesingkat mungkin.
(ver/ir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar