Gemma Potter (dok. dailymail)
Gemma Potter (23 tahun) berulang kali hamil meskipun ia sudah mencoba semua jenis alat kontrasepsi seperti kondom, pil KB, kontrasepsi spiral atau IUD (intrauterine device), suntikan progesteron dan implan.
Gemma dan suaminya Glenn Potter (27 tahun) kini memiliki tiga anak, yakni Shaun (4 tahun) Jessica (3 tahun) dan Sophie (2 tahun), dan 2 kehamilannya mengalami kegagalan.
Karena tak ada alat kontrasepsi yang bekerja pada tubuhnya, Gemma pun kini kembali hamil meski hanya berhubungan seksual 3 kali sejak bulan September lalu. Pasangan Potter ini sengaja membatasi hubungan seksualnya karena takut Gemma akan mengalami kehamilan lagi.
"Ini telah mempengaruhi kehidupan seks kami. Saya merasa sangat sulit untuk berhubungan intim karena saya terus berpikir bagaimana jika nanti saya hamil? Anda mungkin berpikir jika hamil akan memudahkan kami untuk berhubungan seks, tapi saya tetap merasa khawatir. Ini benar-benar membuat saya malu dan saya begitu putus asa hingga mencoba apa saja yang bisa membantu. Saya tahu ini sulit bagi Glenn," jelas Gemma Potter yang berasal dari Plymouth, Devon, Inggris, seperti dilansir Dailymail, Selasa (20/12/2011).
Gemma tengah mengonsumsi pil KB ketika bertemu calon suaminya pada Mei 2006, namun ia hamil dalam 3 bulan kemudian dan melahirkan putranya Shaun pada bulan Maret 2007. Ia kembali mengonsumsi pil KB pada Mei 2007 tetapi bulan Agustus telah hamil anak keduanya, Jessica yang lahir pada Mei 2008.
Empat minggu setelah Jessica lahir, dokter menyarankan untuk menggunakan kontrasepsi spiral (IUD) dan mengatakan padanya bahwa jenis kontrasepsi ini adalah yang paling efektif. Namun lagi-lagi Gemma mengalami kehamilan pada November 2008 meski saat itu ia mengalami keguguran pada minggu ke-6.
Gemma kemudian mencoba kontrasepsi suntik yang diberikan setiap 12 minggu, tapi kemudian Sophie lahir setelah pasangan ini menikah pada tahun 2009. Akhirnya Gemma memutuskan menggunakan implan yang dianggap 99 persen efektif. Sayangnya dia hamil lagi tapi keguguran pada 11 minggu. Ia akhirnya kembali menggunakan pil KB, namun nyatanya kini ia tengah hamil 10 minggu.
"Saya mencintai anak-anak saya, tapi saya sudah tidak ingin punya anak lagi. Sayangnya kontrasepsi bukan pilihan bagi kami karena itu tidak bekerja pada kami," jelasnya.
Gemma menuduh dokter tidak mengambil tindakan serius dan menolak permintaannya untuk memberikan kontrasepsi yang benar-benar bekerja.
"Saya tidak bisa keluar dengan teman-teman atau minum di luar karena saya terus-menerus hamil. Saya juga benar-benar ketinggalan di pekerjaan. Saya berjuang dengan berat badan saya dan itu bisa menjadi perjuangan yang nyata," ujar Gemma.
Ia tidak tahu sampai kapan ia akan terus mengalami kehamilan. Ketika berpikir banyak pasangan yang mencoba berbagai cara untuk bisa hamil, ia pun ikut prihatin. Namun ia juga khawatir dengan kondisinya yang tidak bisa berhenti hamil.
"Jika saya terus memiliki anak dan keluarga kami tak mampu lagi mengurusnya lagi, mungkin saya akan mempertimbangkan untuk surrogacy (memberikan anak pada pasangan atau orang lain)," jelas Gemma.
(mer/ir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar