(Foto: Thinkstock)
Orang dengan HIV positif (ODHA) banyak yang menyembunyikan status HIV positif, atau bahkan tidak ingin mengetahui statusnya sama sekali, apalagi diketahui orang disekitarnya. Hal tersebut justru akan menghambat perlawanan terhadap HIV/AIDS.
Sebagai seorang dokter yang sering menghadapi epidemi HIV/AIDS sejak awal tahun 1981, Dr Paul Curtis Bellman telah melakukan perawatan pada ribuan pasien HIV/AIDS. Kunci untuk menghentikan epidemi HIV/AIDS sekarang menurutnya tergantung pada penekanan diskriminasi terhadap HIV/AIDS.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan pada bulan Agustus 2011 jumlah infeksi baru di AS HIV stabil pada angka 50.000 per tahun. Tetapi ada peningkatan yang mengkhawatirkan di kalangan remaja, pria gay dan lelaki biseksual kulit hitam.
CDC telah memperkirakan risiko perempuan kulit hitam tertular HIV adalah 15 kali lebih besar daripada wanita kulit putih. Sedangkan bagi wanita Hispanik, 3 kali lebih tinggi.
Pemerintahan Amerika Serikat saat ini telah mengembangkan sebuah strategi AIDS nasional yang memiliki tujuan seperti meningkatkan akses untuk perawatan. Tetapi beberapa orang Amerika, termasuk para praktisi medis, tidak tahu seberapa efektif pengobatan HIV saat ini.
Ketika orang yang didiagnosa dengan HIV posistif dan diobati secara efektif, maka ia dapat mencapai viral load. Penurunan kasus infeksi HIV/AIDS dapat sangat dramatis jika ODHA dapat melakukan pengobatan yang efektif tanpa diskriminasi.
Dalam satu penelitian terbaru, terjadi penurunan penularan HIV hingga 96 persen dari pasangan HIV positif dengan pasangan HIV negatif bila pasangan yang positif mengikuti perawatan rutin.
Tetapi, perawatan medis gagal melakukan pencegahan secara efektif. Karena banyak yang tidak tahu bahwa mereka HIV positif. Sebuah laporan CDC menunjukkan 1 dari 5 HIV positif tidak menyadari status infeksi mereka dan setengahnya gagal untuk menerima perawatan medis rutin.
Banyak pasien yang masih beranggapan keliru bahwa diagnosa HIV/AIDS berarti telah dekat dengan kematian. Kenyataannya adalah bahwa AIDS hanya berkembang saat diagnosa HIV atau pengobatannya tertunda dilakukan.
Namun karena diskriminasi HIV, banyak yang memilih untuk tidak tahu dan tidak membiarkan siapapun tahu. Stigma diagnosa HIV membawa hilangnya status diskriminasi dan kerugian ekonomi.
"Sebagai seorang dokter yang telah bekerja dengan komunitas pasien beragam, saya tahu bahwa komponen penting untuk mengcegah kasus infeksi HIV/AIDS baru kasus adalah deteksi dini dan pengobatan. Dibutuhkan kepemimpinan medis yang berjuang untuk pendidikan dan akses terhadap pencegahan dan perawatan HIV/AIDS. Perlu dilakukan upaya untuk memajukan program dengan memperbaiki akses ke perawatan kesehatan bagi ODHA," kata Dr. Bellman seperti dilansir dari CNNHealthNews, Kamis (15/12/2011).
(ir/ir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar