Kamis, 15 Desember 2011

'GraTis Coy!', Kondom Gratis yang Harus Dipajang Biar Laku

Your browser does not support iframes.




(dok. detikHealth)
Makassar, Di ruang tunggu Klinik KB PT Indofood di Makassar, ada pajangan menarik berupa kondom-kondom yang dibingkai dan ditulisi "GraTis Coy!". Kondom-kondom ini sampai harus dipajangan karena meski gratis tetap saja para pria tak berminbat mengambilnya.

Hal ini diakui sebagai cerminan rendahnya keterlibatan laki-laki di Sulawesi Selatan dalam program KB.

"Memang ada laki-laki yang datang ambil kondom, tapi sedikit. Yang paling banyak adalah pil KB dan suntik," kata dr Fauziawaty, dokter jaga di Klinik KB PT Indofood Makassar usai acara peninjauan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) di Kawasan Industri Makassar, Kamis (15/12/2011).

Bukan cuma di klinik KB PT Indofood Makassar saja, rendahnya minat laki-laki untuk terlibat dalam program KB dengan cara memakai kondom juga terjadi di seluruh Sulawesi Selatan. Berhubungan seks pakai kondom dianggap mengurangi kenikmatan, banyak yang mengibaratkannya bagaikan mandi pakai jas hujan.

Secara umum, peningkatan peserta KB laki-laki memang menjadi pencapaian kinerja BKKBN Sulawesi Selatan yang paling rendah. Bukan cuma penggunaan kondom, metode kontrasepsi laki-laki yang lain seperti vasektomi atau sterilisasi pada laki-laki juga belum memenuhi target pencapaian kinerja.

"Yang paling menonjol itu IUD (Intra Uterine Device), sudah di atas 100 persen. MOW (Metode Operasi Wanita) juga sudah di atas 100 persen, kalau KB pria sampai November 2011 baru sekitar 90 persen," ungkap Kepala BKKBN Sulsel, Drs Andi Idrus Sibbu, MM, usai menghadiri acara bakti sosial KB Kesehatan Apindo di kantor PT Kawasan Industri Makassar (KIMA).

Namun menurut Idrus, kurang suksesnya pemberdayaan laki-laki dalam program KB lebih dipicu oleh masalah teknis organisasi dan bukan karena hal lain misalnya penolakan dari masyarakat. Masalah teknis tersebut adalah, terjadinya pergantian pengurus BKKBN Sulawesi Selatan baru-baru ini yang membuat sejumlah program terbengkalai.

Dalam rangka menekan laju pertumbuhan penduduk nasional yang masih mencapai 1,49 persen, BKKBN memang menyediakan alat kontrasepsi secara gratis termasuk kondom. Bahkan kontrasepsi gratis ini sudah digabungkan dengan program Jaminan Persalinan (Jampersal), yakni program bersalin gratis dengan syarat setelah itu harus ikut KB.





(up/ir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar