Jumat, 02 Desember 2011

Dokter Lebih Rajin Cuci Tangan Kalau Ada Kamera Pengintai

Your browser does not support iframes.




Ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta, Meski cuci tangan adalah langkah terbaik untuk mencegah penularan kuman di rumah sakit, dokter di Amerika sering malas melakukannya. Menurut penelitian, kepatuhan para dokter untuk cuci tangan bisa ditingkatkan dengan kamera pengintai.

Sebuah penelitian di North Shore University Hospital menunjukkan, hanya 10 persen dokter di rumah sakit tersebut yang mencuci tangan dengan benar selama 10 detik sebelum terlibat kontak fisik dengan pasien. Perilaku ini tentu berisiko menularkan kuman.

Bukan hanya menularkan kuman dari tangan dokter ke pasien tersebut, kuman dari pasien juga bisa terbawa lalu berpindah ke pasien lain ketika dokter tersebut berkeliling. Bukan tidak mungkin, para dokter yang malas cuci tangan itu juga bisa tertular kuman.

Dalam eksperimen selanjutnya, para peneliti memasang kamera pengintai di setiap bangsal perawatan. Kamera tersebut dipasang di tempat-tempat yang mudah dilihat, dengan lampu LED berwarna merah yang berkedip sebagai tanda bahwa alat tersebut sedang merekam.

Secara tidak sadar, para dokter dan perawat yang melihat adanya kamera pengintai akan merasa diawasi sehingga menjadi lebih disiplin. Dari hasil pengamatan selama 16 pekan, jumlah dokter yang melakukan prosedur cuci tangan meningkat drastis menjadi 80 persen.

Rendahnya kesadaran para dokter di Amerika Serikat untuk mencuci tangan dengan alkohol telah menjadi keprihatinan tersendiri bagi para pengamat kesehatan. Centers for Disease Control and Prevention mencatat, 1 dari 20 pasien tertular kuman baru justru ketika dirawat di rumah sakit.

"Cuci tangan telah menjadi tulang punggung dalam upaya pengendalian infeksi selama 150 tahun terakhir," kata Dr Bruce Farber, kepala pengendalian infeksi di North Shore University Hospital seperti dikutip dari NYDailynews, Kamis (1/12/2011).

(up/ir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar