Ilustrasi (foto: Thinkstock)
Hingga bulan September saja, kasus AIDS yang ditemukan sepanjang 2011 paling banyak di kelompok usia 30-39 tahun yaitu sebanyak 33,2 persen. Kelompok umur yang menempati urutan berikutnya adalah 20-29 tahun sebanyak 30,9 persen, serta kelompok umur 40-49 tahun sebanyak 12,9 persen.
Data ini belum banyak mengubah data kumulatif penderita AIDS selama ini, yang selalu didominasi oleh usia produktif. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, kasus AIDS paling banyak ditemukan pada usia 20-29 tahun (45,9 persen), 30-39 tahun (31,1 persen) dan 40-49 tahun (9,9 persen).
Meski begitu, Kemenkes mencatat adanya penurunan angka kematian atau Case Fatality Rate (CFR) akibat AIDS pada tahun ini. Jika pada tahun lalu Kemenkes masih mencatat CFR sebesar 3,7 persen, tahun 2011 sudah bisa ditekan menjadi 1,0 persen.
Jumlah kasus baru secara keseluruhan juga mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Kasus AIDS yang terdeteksi sepanjang tahun 2011 tercatat 1.805 kasus, sementara tahun 2010 ditemukan sebanyak 4.917 kasus dan secara kumulatif sejak tahun 1987 telah mencapai 28.041 kasus.
Sementara itu jumlah pengidap HIV (Human Immunodeficiency Virus) secara kumulatif sejak tahun 1987 hingga September 2011 tercatat sebanyak 71.437 kasus. Kasus baru yang terdiagnosis sepanjang tahun 2011 hanya 15.589, lebih rendah dibanding tahun 2010 sebanyak 21.591 kasus.
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes, Prof dr Tjandra yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE mengatakan beberapa upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengendalikan HIV maupun AIDS. Di antaranya menyangkut akses obat-obatan ARV(Anti retroviral).
"Sebanyak 303 layanan aktif melakukan pengobatan ARV. Seluruh obat ARV diberikan secara cuma-cuma kepada semua pasien yang memerlukannya di seluruh Indonesia," kata Prof Tjandra Yoga dalam rilis yang diterima detikHealth, Jumat (1/12/2011).
(up/ir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar