(Foto: thinkstock)
Seperti dirilis HuffingtonPost, Selasa (18/10/2011), peneliti dari Harvard School of Public Health memberi pertanyaan kepada sekitar 200 orang penata rambut profesional di daerah Houston terkait pengamatan mereka mengenai kanker kulit dan rekomendasinya.
Peneliti menemukan bahwa sekitar 40 persen responden mengatakan bahwa mereka akan melihat setidaknya setengah dari kulit kepala pelanggan jika ada bintik-bintik dan kelainan yang mencurigakan. Hampir 70 persen di antaranya mengatakan bahwa kemungkinan besar mereka akan memberikan pamflet kanker kepada pelanggannya itu.
"Orang-orang sering mengunjungi penata rambut profesional. Hal ini menempatkan penata rambut pada posisi yang unik untuk mendeteksi kanker kulit di leher, kepala, dan kulit kepala, daerah yang terkadang diabaikan lewat pemeriksaan rutin," kata Allan Geller, MPH, salah satu penulis penelitian.
Menurut American Cancer Society, kanker kulit adalah salah satu jenis kanker yang paling umum dan jumlah kasusnya hampir setengah dari keseluruhan jumlah kanker di AS. Antara tahun 1973 hingga 2003, jumlah kasus kanker kulit kepala dan leher ada sebanyak 6 persen dari jumlah semua kasus kanker kulit dan 10 persen dari semua kematian akibat kanker kulit di AS.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Archives of Dermatology ini menemukan bahwa banyak penata rambut profesional telah memiliki pengetahuan yang luas seputar isu-isu kanker kulit, seperti mencari bintik-bintik yang berubah ukurannya atau berangsur-angsur berdarah. Hampir setengah dari mereka mengaku sangat tertarik untuk ikut dalam program pendidikan kanker kulit.
Menurut Geller, para peneliti sedang mencari program percontohan yang akan membantu para penata rambut profesional menjadi garis pertama pertahanan terhadap kanker kulit.
Dia mengatakan bahwa program tersebut berfokus tidak hanya pada mencari tanda kemungkinan kanker kulit, tetapi juga bagaimana membuat pelanggan menyadari potensi kekhawatirannya dengan cara mendorongnya mencari bantuan medis tanpa membuat takut.
"Saya sering mengatakan kepada pasien agar penata rambut memeriksa kulit kepala mereka. Saya pikir itu harus menjadi bagian dari pelatihan tata rias, dan saya percaya mereka dapat melakukan lebih dari yang sekarang," ujar Dr Carolyn Jacob, direktur Chicago Cosmetic Surgery and Dermatology dan juru bicara American Academy of Dermatology.
Dr Andrew Alexis, direktur Skin of Color Center di St. Luke's-Roosevelt Hospital dan juru bicara AAD, mengatakan bahwa ia tidak melihat hal ini sebagai sebuah tren, tetapi lebih sebagai suatu fenomena dari penata rambut yang bersedia dan mampu melihat penyakit tertentu pada kulit kepala yang terlewatkan oleh dokter.
Dia mengatakan banyak pasien yang mendatanginya setelah diberitahu oleh penata rambut untuk menemui dokter kulit, baik karena kerontokan rambut jenis tertentu, bintik-bintik, atau sejumlah peradangan kulit.
(ir/ir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar