Selasa, 29 Mei 2012

Kondisi Payudara Wanita Berdasarkan Tingkatan Umur

Browser anda tidak mendukung iFrame



ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta, Payudara wanita akan terus mengalami perkembangan mulai dari masa pubertas hingga usia tua. Anda harus mengenali kondisi payudara Anda berdasarkan umur untuk mencegah penyakit kanker payudara yang mungkin menyerang Anda.

Berikut kondisi payudara wanita berdasarkan tingkatan umur, seperti dilansir dari womenshealthmag, Selasa (29/5/2012) yaitu:

1. Wanita usia 20-an tahun

Kelenjar payudara pada wanita yang masih muda memiliki rasio yang lebih rendah terhadap lemak. Sementara itu, jaringan ikat pada payudara yang disebut ligamen cooper masih kencang dan dapat menahan bentuk payudara Anda.

Pilihlah ukuran dan bahan bra dengan tepat yang mampu mendukung payudara Anda dan pakailah sport bra setiap kali Anda berolahraga.

Ketika muncul benjolan pada payudara, mungkin itu suatu fibroadenoma, yaitu tumor jinak yang terjadi pada 13 persen wanita. Benjolan tersebut dapat setinggi 2 cm dan terasa seperti kerikil halus yang bergerak ketika ditekan. Sekitar 50 persen dari massa benjolan tersebut akan hilang dengan sendirinya jika Anda telah mendekati usia menopause.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pada payudara Anda, lakukan pemeriksaan sendiri secara rutin tepat setelah haid dengan meraba apakah ada benjolan pada payudara Anda. Anda juga dapat melakukan pemeriksaan klinis tahunan ke dokter spesialis Ob-Gyn. Risiko kanker payudara pada usia ini adalah 1 dibanding 1.681 orang.

2. Wanita usia 30-an tahun

Ketika hamil, Anda mungkin perlu bra baru dengan ukuran cup D. Perubahan ukuran tersebut disertai peregangan kulit sampai ke batasnya, sehingga produksi kolagen terganggu, payudara akan kendur dan timbul garis-garis peregangan atau stretch mark setelah melewati masa kelahiran.

Untuk meminimalkan perluasan payudara, jagalah berat badan Anda ketika hamil agar tidak terlalu berlebihan. Tetapi pastikan berat badan Anda sehat untuk bayi yang berada dalam kandungan Anda.

Hampir sepertiga wanita yang menyusui mengalami mastitis, yaitu infeksi yang menyebabkan benjolan merah yang menyakitkan dan gejala seperti flu. Antibiotik dapat mengatasi infeksi tersebut dalam waktu sekitar seminggu.

Pada usia ini Anda tetap perlu memeriksa payudara sendiri sebulan sekali dan memeriksakan payudara Anda ke dokter spesialis Ob-Gyn setiap tahun. Jika keluarga Anda memiliki riwayat penyakit kanker payudara, Anda harus waspada dan melakukan pemeriksaan mammogram lebih awal pada usia 35 tahun. Risiko kanker payudara pada usia ini adalah 1 dibanding 232 orang.

3. Wanita usia 40-an tahun

Bahkan jika Anda belum pernah hamil, lobulus atau kelenjar yang memproduksi susu mulai menyusut dan menyebabkan payudara kendur. Hanya bedah permanen yang dapat memperbaiki bentuk payudara yang telah kendur karena usia.

Tubuh telah merilis lebih banyak estrogen sebelum ovulasi untuk mempersiapkan masa menopause. Produksi hormon dalam jumlah besar tersebut dapat memacu pertumbuhan kista yang berisi cairan dengan lebar hingga 2 inci. Jika muncul benjolan yang menegang seperti ketika menstruasi, periksakan segera ke dokter untuk kemungkinan kanker payudara.

Pada usia ini Anda perlu memeriksakan payudara dengan tes mammogram mulai usia 40 dan ulangi setiap satu atau dua tahun. Resiko kanker payudara pada usia ini adalah 1 dibanding 69 orang.
 
 
 

(ir/ir

Senin, 28 Mei 2012

Kenapa Indonesia Susah Produksi Bahan Baku Obat?

Otak Pria dan Wanita Melihat Wanita Seksi sebagai Objek, Bukan Orang

Browser anda tidak mendukung iFrame



ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta, Wanita banyak dijadikan sebagai model berbagai produk, mulai gadget, kosmetik hingga pakaian dalam. Ketika pria dan wanita melihat iklan yang menampilkan wanita seksi mengenakan pakaian dalam, otak memprosesnya sebagai obyek, bukan orang. Menariknya, pria dan wanita melihat pria yang mengenakan pakaian seksi sebagai manusia.

Reaksi ini disebut obyektifikasi seksual. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science berusaha mencari tahu apa yang dianggap sebagai obyek oleh manusia dan menemukan bahwa pria dan wanita melihat gambar tubuh wanita seksi sebagai obyek, namun berbeda halnya dengan pria.

"Yang jelas, kita tidak benar-benar tahu apakah orang-orang pada pada dasarnya mengenali wanita atau pria sebagai obyek seksual. Apa yang memotivasi penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana orang memahami foto, apakah sebagai manusia atau tidak?" kata peneliti, Philippe Bernard dari Université libre de Bruxelles di Belgia seperti dilansir Live Science, Senin (28/5/2012).

Penelitian telah menemukan bahwa otak melihat orang dan benda secara berbeda. Sebagai contoh, manusia bisa mengenali wajah secara keseluruhan, tetapi ada sebagian dari wajah yang sedikit membingungkan.

Namun di sisi lain, mengenali suatu bagian dari sebuah kursi sama mudahnya dengan mengenali sebuah kursi secara keseluruhan.

Salah satu cara yang digunakan psikolog untuk menguji apakah sesuatu dipandang sebagai obyek atau tidak adalah dengan membalikkannya.

Gambar manusia akan sulit dikenali jika dijungkirbalikkan, tetapi gambar obyek tidak akan sulit dikenali. Bernard dan rekan-rekannya kemudian memberikan tes dengan cara menyajikan foto-foto pria berpakaian minim dan wanita dalam pose seksi.

Semua peserta menyaksikan foto satu per satu di layar komputer. Beberapa foto ada yang terpampang dengan benar dan dan ada yang terbalik.

Di antara penyajian setiap foto, ditampilkan layar hitam. Peserta kemudian diperlihatkan 2 foto dan diminta untuk mencocokkan salah 1 foto dengan foto yang baru saja dilihat.

Peserta merasa kesulitan mengenali foto pria yang terbalik dibandingkan saat fotonya tidak terbalik. Hal ini menunjukkan bahwa peserta melihat pria seksi sebagai manusia. Tapi wanita dalam pakaian seksi mudah dikenali saat fotonya terbalik.

Hal ini sesuai dengan gagasan bahwa orang melihat wanita seksi sebagai obyek. Dalam penelitian ini, tidak ditemukan perbedaan antara peserta pria dan wanita.

"Kita melihat wanita berpose seksi setiap hari di papan reklame, internet dan televisi. Penelitian ini menemukan bahwa kita melihat foto-foto ini seolah-olah adalah obyek, bukan orang. Langkah selanjutnya adalah untuk mempelajari bagaimana foto-foto ini mempengaruhi cara orang memperlakukan wanita di kehidupan nyata," kata Bernard.




(pah/ir

Dastan si Bayi Hebat yang Organnya Hidupi 3 Orang

Browser anda tidak mendukung iFrame



(Foto: myFOXdwf)
Jakarta, Ketika meninggal di usia 18 bulan, bayi Dastan Trant memang belum mengerti apa artinya menyelematkan nyawa orang. Tapi orangtuanya tak ingin Dastan mati sia-sia dengan memberikan organ tubuh anaknya ke orang lain yang membutuhkan.

Amanda dan Eric tak pernah menyangka harus berpisah dengan Dastan secepat ini. Dastan hadir ke dunia hanya selama 18 bulan. Setelah meninggal, pasangan dari Texas Utara itu pun mendonasikan organ anak ketiganya itu.

Dastan Trant terlahir dari pasangan Eric dan Amanda Trant. Dastan merupakan bayi yang kuat, sehat dan aktif. Namun semua itu berubah ketika ketiganya berpiknik di taman beberapa hari yang lalu.

"Ternyata dalam sekejap mata banyak hal yang bisa terjadi," ujar Amanda.

Menurut Amanda, setelah bermain-main di taman, mendadak Dastan meletakkan kepalanya di pangkuan Amanda lalu tertidur. Setelah itu barulah Amanda menyadari bahwa ada yang salah pada diri Dastan.

Ketika dibawa ke rumah sakit, dokter menyatakan bahwa Dastan mengalami serangan jantung. Namun setelah beberapa hari, para dokter memvonis bahwa otak Dastan sudah tak beraktivitas lagi dan ia takkan bertahan hidup. Dastan pun dinyatakan meninggal dunia pada 21 Mei 2012.

Namun dari situlah Amanda dan Eric membuat keputusan yang berani.

"Kami pun sepakat untuk mendonasikan organ Dastan," kata Amanda seperti dilansir dari myfoxdwf, Senin (28/5/2012).

"Anda harus ingat bahwa kami berada di rumah sakit dan kami melihat banyak anak-anak di sekitar ruangan kami yang menderita," tambah Eric.

Akhirnya jantung Dastan diberikan pada gadis berusia 2 bulan, sedangkan organ hatinya didonasikan pada gadis berusia 1 tahun. Seorang wanita berusia 68 tahun pun kini telah memiliki ginjalnya.

"Untuk menghidupkan kenangan tentang Dastan dengan cara seperti ini merupakan sesuatu yang magis bagi kami karena suatu hari kami bisa mendengar hatinya lagi atau melihat beberapa gadis kecil yang bisa hidup karenanya atau melihat seorang nenek yang dapat melanjutkan hidupnya dengan ginjal balita dalam dirinya," tandas Eric.

Minggu ini, Eric dan Amanda telah diberitahu bahwa ketiga operasi transplantasi organ dari putranya berhasil.

"Rasanya kami telah diberitahu oleh Tuhan bahwa semuanya telah baik-baik saja," kata Amanda.

"Hal ini memberi Anda seseorang untuk didoakan karena sekarang kami bisa mendoakan mereka sama halnya dengan mereka mendoakan kami," tambah Eric.

Bocah laki-laki yang menyukai Batman ini pun dimakamkan di The Colony, Texas Utara pada 26 Mei 2012.

Pasangan Eric dan Amanda pun berharap kenangan tentang Dastan akan terus hidup dengan terus mengkampanyekan donasi organ serta mengajak masyarakat setempat untuk mendukung kampanye tersebut.


(ir/ir

5 Jenis Obat Manusia yang Bisa Bikin Hewan Terkapar

Browser anda tidak mendukung iFrame



(Foto: ThinkStock)
Jakarta, Memiliki hewan peliharaan memberikan kesenangan tersendiri bagi pemiliknya. Tetapi kadang kecerobohan Anda menaruh obat-obatan dapat menyebabkan kematian hewan peliharaan Anda yang tidak sengaja menelan obat-obatan tersebut.

Berikut 5 jenis obat yang Anda konsumsi dan bisa bersifat racun bagi hewan peliharaan Anda, seperti dilansir dari huffingtonpost, Senin (28/5/2012) antara lain:

1. Obat antidepresan

Beberapa kasus yang sering ditemui dokter hewan adalah hewan peliharaan Anda tidak sengaja menelan pil atau obat-obatan yang Anda konsumsi.

Pil dalam botol akan mengeluarkan bunyi berderak jika digulingkan dan hewan peliharaan Anda akan mengira bahwa itu mainannya.

Obat penghilang rasa sakit seperti Advil, Motrin dan Tylenol, dan obat yang diresepkan dokter untuk depresi seperti Prozac dan Effexor dapat menjadi racun bagi hewan peliharaan.

Advil, Motrin dan Aleve, dapat menyebabkan gagal ginjal dan sangat berbahaya bagi kucing. Satu pil Tylenol saja dapat berakibat fatal bagi kucing, dan jumlah yang lebih besar dapat menyebabkan gagal hati pada anjing.

Antidepresan adalah penyebab nomor 1 terjadinya kasus hewan peliharaan yang keracunan obat manusia.

Tanda-tanda hewan peliharaan telah menelan satu dari obat tersebut adalah kehilangan koordinasi, agitasi, gemetar dan kejang.

2. Inhaler asma

Jika anjing Anda menggigit inhaler asma maka akan berpotensi menyebabkan keracunan akut yang mengancam jiwa. Inhaler mengandung albuterol (beta-agonist) dan flutikason (steroid) dengan dosis yang tinggi.

Jika anjing Anda telah menggigit atau menggerogoti inhaler asma, maka anjing akan menunjukkan tanda-tanda seperti muntah, agitasi, aritmia jantung, kolaps, dan akhirnya, kematian.

3. Permen dan permen karet

Banyak permen mengandung xylitol yang merupakan pengganti gula dan sangat beracun bagi anjing.

Bahkan sejumlah kecil xylitol saja dapat mengakibatkan benturan gula darah yang berbahaya di gigi taring dan jumlah yang lebih besar dapat menyebabkan gagal hati.

Gejala keracunan xylitol meliputi muntah, kelemahan, kolaps, gemetar dan kejang. Selain permen karet, permen dan permen tanpa gula lain, xylitol banyak ditemukan dalam vitamin kunyah yang diresepkan dokter.

4. Rokok, tembakau tanpa asap, dan produk lain yang mengandung nikotin

Anjing kecil Anda bisa mati hanya dengan menelan tiga batang rokok. Mengunyah tembakau dan produk permen karet nikotin juga beracun untuk anjing dan kucing peliharaan Anda.

Tanda-tanda keracunan nikotin pada hewan peliharaan Anda adalah jantung berdetak cepat, gangguan pernapasan, gejala neurologis, kehilangan kontrol kandung kemih atau usus, tremor, kejang, kelumpuhan dan kematian.

5. Hand sanitizer

Botol kecil pembersih tangan merupakan produk yang digunakan untuk membunuh kuman dan banyak mengandung alkohol.

Jika anjing Anda tidak sengaja menelan sebotol kecil hand sanitizer, efeknya akan setara dengan suntikan minuman keras.

Hal ini bisa menyebabkan penurunan berat gula darah hewan peliharaan Anda, sehingga akan menimbulkan hilangnya koordinasi, hilangnya suhu tubuh, depresi sistem syaraf, koma, dan kematian.

Pencegahan yang perlu Anda dan keluarga lakukan adalah jangan meletakkan obat-obatan dalam jangkauan hewan peliharaan Anda.

Simpan obat dalam tas yang beresleting agar kucing atau anjing peliharaan Anda tidak dapat menemukan obat-obatan tersebut ketika sedang bermain-main.


(ir/ir

Minum Darah Muda Bisa Meremajakan Otak

Area Merokok di Tempat Kerja atau Umum Harus di Luar Gedung