Jumat, 25 Februari 2011

Terapi untuk Miss V yang Selalu Kesakitan Saat Hubungan Intim

Your browser does not support iframes.



(Foto: thinkstock)Jakarta, Alkisah sepasang suami istri yang selalu gagal melakukan hubungan intim melalui penetrasi vagina dan penis. Si istri selalu kesakitan saat akan penetrasi yang membuat suaminya menjadi tidak tega. Selidik punya selidik ternyata sang istri menderita vaginismus.

National Health Service (NHS) Inggris menemukan tidak sedikit perempuan menikah yang mengalami vaginismus. NHS menyebut gejala ini tidak bisa didiamkan karena penyembuhannya perlu terapi fisik dan psikis.

Vaginismus adalah kejang spontan dari otot-otot di sekitar vagina, kejang yang terjadi ini membuat vagina menutup sehingga akan merasa sakit saat penetrasi.

Beberapa hal diduga menjadi penyebab vaginismus termasuk pernah mengalami trauma seksual atau pelecehan di masa lalu. Atau faktor psikologis karena pernah mengalami keadaan yang tidak nyaman saat berhubungan seksual dan terkadang tidak ada penyebabnya.

Perempuan yang memiliki vaginismus sering mengalami kecemasan tentang hubungan seksual yang membuat penetrasi menjadi sulit, menyakitkan dan bahkan tidak mengalami penetrasi. Biasanya seorang perempuan akan merasakan nyeri atau sakit di vagina selama berhubungan seksual.

Beberapa hal diketahui bisa membantu mengatasi vaginismus sehingga seseorang tidak merasa sakit saat berhubungan seksual termasuk konseling, terapi dan latihan perilaku, seperti dikutip dari NYTimes dan NHS.uk, Jumat (25/2/2011) yaitu:

Terapi seks
Biasanya seseorang akan disarankan menemui dokter yang khusus dalam kesehatan seksual atau terapis psikoseksual. Terapis atau dokter akan mengajarkan beberapa terapi untuk melatih vagina sehingga membuat penetrasi sebagai sesuatu yang normal. Serta memberikan konseling untuk mengatasi masalah psikologis yang mendasari seperti takut atau cemas, dan memberikan pendidikan seks yang benar.

Latihan vagina
Latihan ini berfungsi untuk melatih dan mengendurkan otot-otot vagina, biasanya trainer atau dokter akan memberikan alat berbentuk seperti penis yang secara bertahap ukurannya semakin panjang. Seseorang disarankan untuk menggunakan ukuran terkecil dan dibantu dengan pelumas jika memang diperlukan, lalu berlanjut ke ukuran berikutnya.

Latihan ini bisa dilakukan sendiri di rumah dan jangan mempedulikan berapa lama waktu yang dibutuhkan. Ketika sudah bisa mentolerir ukuran yang besar tanpa rasa cemas atau sakit, maka bisa dicoba melakukan hubungan seksual dengan pasangan.

Relaksasi dan proses eksplorasi tubuh
Jika latihan vagina dengan metode kerucut tidak tepat, maka relaksasi dan latihan eksplorasi bisa membantu. Melakukan mandi, pemijatan dan teknik pernapasan merupakan cara yang baik untuk bersantai dan mengenal anatomi tubuh sendiri.

Jika sudah bisa mencapai tahap meletakkan jari ke dalam vagina, cobalah menggunakan pelumas untuk membantunya. Hal yang penting adalah menggunakan hal-hal secara perlahan dan lembut. Ketika sudah siap melakukan hubungan, pastikan sudah benar-benar terangsang sebelum mencoba penetrasi.

(ver/ir

Kamis, 24 Februari 2011

Keringat Manusia Lebih Bau Dibanding Gorila

Your browser does not support iframes.



foto: ThinkstockWageningen, Belanda, Orang yang bermasalah dengan bau badan jangan diledek baunya mirip gorila, bisa-bisa gorila tersinggung. Diakui atau tidak, penelitian membuktikan bahwa manusia punya bau keringat paling menyengat di antara semua makhluk selain tumbuhan.

Berkat bau keringatnya yang paling menyengat itulah, manusia menjadi mangsa paling menarik bagi berbagai jenis nyamuk penyebar parasit. Akibatnya menusia lebih rentan dibanding binatang untuk terkena penyakit-penyakit bersumber nyamuk seperti malaria dan yellow fever (demam kuning).

Lantas apa yang menyebabkan keringat manusia lebih berbau dibanding binatang?

Penelitian yang dilakukan oleh Renate Smallegange dari Wageningen University membuktikan, komposisi keringat manusia didominasi oleh senyawa volatil atau mudah menguap. Di antaranya adalah karbon dioksida, amonia, asam laktat dan 7 senyawa karboksilat.

Bukan itu saja, koloni mikroba yang menghuni permukaan kulit manusia boleh dibilang paling beragam. Beberapa jenis mikroba mampu membuat senyawa yang tidak volatil menjadi volatil (mudah menguap), sehingga bau keringat menjadi semakin menyengat.

Smallegange juga membandingkan komposisi keringat pada manusia dengan keringat pada beberapa spesies binatang. Hasilnya membuktikan, jika sama-sama tidak mandi maka bau keringat manusia sebenarnya paling bau dibanding spesies lain di keluarga binatang.

Jerapah dan ayam misalnya, keringat yang dikeluarkan dari kulit maupun bulunya memiliki komposisi jauh lebih sederhana karena hanya terdiri dari beberapa senyawa karbosilat. Simpanse dan gorila yang dikatakan paling dekat kekerabatannya dengan manusia, komposisi keringatnya juga lebih sederhana.

"Senyawa-senyawa volatil pada keringat manusia diduga kuat menjadi faktor utama yang membuat banyak nyamuk hanya tertarik pada manusia," ungkap Smallegange dalam laporannya yang dipublikasikan di jurnal Trends in Parasitology, seperti dikutip dari MSNBC, Jumat (25/2/2011).

Dugaan ini sejalan dengan beberapa penelitian lain yang membuktikan bahwa nyamuk paling tertarik pada bau badan manusia. Salah satunya mengatakan, karbon dioksida yang berasal dari keringat dan pernapasan bisa menarik perhatian nyamuk demam berdarah.

(up/ir

Mau Sunat Saja, Pria Swaziland Harus Dibujuk Pemerintah

Your browser does not support iframes.



dok. essaysbyekowaJakarta, Meningkatnya angka penularan HIV/AIDS di Swaziland Afrika belakangan ini makin memprihatinkan. Sunat jadi solusi alternatif untuk mengatasinya, meski tak mudah
bagi pemerintah setempat untuk membujuk para pria agar mau 'dipangkas'
kemaluannya.

Maklum saja, di negara yang terletak di bagian selatan benua Afrika tersebut sunat belum membudaya dan memang tidak dikenal dalam tradisi nenek moyangnya. Padahal menurut penelitian, sunat bisa mengurangi risiko penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) penyebab Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) hingga 50 persen.

Pemerintah Swaziland akhirnya meluncurkan kampanye besar-besaran untuk membujuk para pria agar mau disunat secara sukarela. Sasaran yang dibidik adalah pria berusia 14 hingga 49 tahun, dengan target 80 persen di antaranya harus sudah disunat pada April 2011.

Kampanye ini secara resmi telah diluncurkan oleh otoritas kesehatan setempat pada Senin, 21 Februari 2011. Peresmiannya ditandai dengan peluncuran 4 klinik milik pemerintah yang akan melayani para pria jika ada yang berminat untuk disunat.

Tidak tanggung-tanggung, pemerintah Swaziland menganggarkan dana US$ 15 juta atau sekitar Rp 133 miliar (kurs 8870/US$). Sebagian di antaranya merupakan sumbangan dari Amerika Serikat melalui United States Agency for International Development (USAID).

"Tentu saja ini bukan solusi singkat jangka pendek, tapi kami tetap berharap dampaknya bisaƂ  dirasakan dalam jangka panjang," ungkap koordinator kampanye sunat sukarela, Ayanda qeketo seperti dikutip dari AFP, Jumat (25/2/2011).

Menurut laporan Joint United Nations Programme, jumlah pengidap HIV di Swaziland pada tahun 2009 terbilang sangat tinggi yakni 25,9 persen dari jumlah penduduk yang mencapai 1,2 juta jiwa. Jika kampanye sunat ini berhasil, diharapkan 88.000 kasus baru penularan HIV bisa dicegah tahun ini.

(up/ir

Punya Rasa Nasionalis Bikin Hidup Orang Lebih Bahagia

Your browser does not support iframes.



(Foto: thinkstock)Jakarta, Nasionalisme bukan hanya masalah bagaimana mencintai dan membela negeri. Penelitian terbaru menunjukkan orang yang punya rasa nasionalisme hidupnya akan lebih bahagia dan sehat.

Dalam penelitian yang telah dipublikasikan Psychological Science ini, peneliti mempelajari lebih dari 130.000 orang dari 128 negara. Partisipan diminta untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana mereka puas dengan kehidupan, negara, pekerjaan, rumah dan hal lainnya.

Hasilnya, orang yang memiliki perasaan baik dengan negaranya atau bangga kepada negaranya (nasionalis) cenderung memiliki pandangan yang lebih cerah dan bahagia dalam kehidupan pribadinya.

Peneliti mengatakan negara kaya tak selalu bisa memberi kebahagian. Sebaliknya, orang-orang di negara-negara miskin bisa merasa sangat baik dengan kehidupannya bila mereka merasa puas dengan negaranya.

"Suatu kelompok dimana kita menjadi bagiannya adalah bagian utama dari identitas kita dan sangat memberi kontrol pada perasaan penghargaan diri kita," jelas Mike Morrison, kandidat doktor di University of Illinois, Urbana-Champaign, seperti dilansir MSN, Kamis (24/2/2011).

Jadi, lanjut Morrison, ketika seseorang berpikir bahwa negaranya melakukan tugas dengan baik, maka orang tersebut akan merasa lebih baik dengan menjadi bagian dari negara itu, yang pada akhirnya akan memberikan dorongan kebahagiaan pada kehidupan pribadinya.

"Lalu bagaimana dengan orang-orang yang berpenghasilan rendah atau tinggal di negara-negara miskin? Menjadi puas di salah satu bagian dari kehidupan membantu Anda mengabaikan bagian-bagian lain yang membuat Anda tidak senang," jelas Morrison.

Di sisi lain, orang yang sudah merasa puas dan bahagia terhadap negaranya, akan lebih fokus pada masalah-masalah pribadi seperti pekerjaan atau kesehatannya sendiri.




(mer/ir

Aktivitas Sehari-hari yang Memicu Serangan Jantung

Your browser does not support iframes.



foto: ThinkstockDiepenbeek, Belgia, Menurut sebuah studi terbaru, hampir semua aktivitas sehari-hari dapat memicu serangan jantung bagi yang punya risiko. Mulai dari minum kopi, berhubungan seks atau sekedar merasa sedih. Manakah yang paling banyak memicu serangan jantung?

Penelitian para ahli dari Hasselt University di Diepenbeek, Belgia ini mengungkap serangan jantung paling banyak dipicu polusi udara yakni 7,4 persen. Tingkat polusi udara di Eropa memang tinggi, sehingga dampaknya bisa dirasakan semua orang termasuk penderita sakit jantung.

Yang mengejutkan adalah, hubungan seks juga masuk dalam daftar pemicu serangan jantung meski kontribusinya sangat kecil yakni hanya 2,2 persen. Ganja dan kokain yang tergolong obat terlarang malah hanya memicu 1 persen serangan jantung.

Selengkapnya, berikut ini adalah berbagai pemicu serangan jantung berdasarkan penelitian tersebut.


Pemicu Persentase (%)
Polusi udara 7,4
Aktivitas fisik yang berlebihan 6,2
Minum kopi 5
Minum minuman beralkohol 5
Emosi negatif (sedih, dll) 4
Marah 3
Makan berlebihan 2,7
Emosi positif (gembira, dll) 2,4
Berhubungan seks 2,2
Konsumsi ganja/kokain 1

Menurut Prof Tim S Nawrot yang memimpin penelitian tersebut, angka-angka di atas tidak menunjukkan besarnya peningkatan risiko sesungguhnya. Misalnya peningkatan risikonya serangan jantung akibat penggunaan kokain sebenarnya lebih besar dibandingkan polusi udara, namun karena pengguna kokain tidak terlalu banyak dibandingkan orang yang terkena polusi maka hanya sedikit yang mengalami serangan jantung karena kokain.

"Peningkatan risiko sekecil apapun, misalnya karena polusi udara, bisa berdampak besar jika dampaknya sangat luas di suatu populasi," ungkap Prof Nawrot seperti dikutip HealthDay, Kamis (24/2/2011).

Tingginya kasus serangan jantung akibat polusi udara menunjukkan betapa sangat memprihatinkannya tingkat pencemaran saat ini. Salah satu solusinya adalah memberlakukan larangan merokok di tempat umum, yang diklaim bisa menekan jumlah kasus serangan jantung hingga 17 persen.

(up/ir

Pembuatan Celana Blue Jeans Banyak Menyumbang Polusi

Your browser does not support iframes.



foto: ThinkstockJakarta, Di balik penampilannya yang modis, blue jeans banyak mencemari lingkungan dalam proses produksinya. Untuk mengurangi pencemaran limbah pabrik jeans, para aktivis peduli lingkungan mulai meningalkan blue jeans dan beralih ke green jeans.

Pencemaran limbah pabrik jeans pernah menghebohkan dunia lewat temuan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Greenpeace pada tahun 2010. Berdasarkan pencitraan satelit, LSM tersebut mengklaim pencemaran di China naik 2 kali lipat dari tahun 2007 karena saking banyaknya industri jeans di negara itu.

Pencemaran paling masif terjadi di Sungai Dong dan Xiaoxi yang terletak di sebelah barat Xintang, salah satu sentra industri jeans terbesar di China. Selain air sungai menjadi biru, limbah pabrik jeans juga menyebabkan bau menyengat tercium di sekitar sungai.

Setelah diteliti, 17 dari 21 sampel air yang diambil dari sungai-sungai tersebut mengandung logam berat terutama cadmium 128 kali lipat dari batas aman yang ditetapkan pemerintah setempat. Selain itu, pH atau tingkat keasaman air sungai meningkat hingga 12 dari angka normalnya 7.

Polusi dari pembuatan jeans berasal dari bahan pewarna yang dipakai, bleaching yang bisa masuk ke dalam tanah serta bahan bakar mesin produksi. Sementara itu peningkatan pH dipicu oleh penggunaan detergen yang berlebihan dalam proses pencucian bahan baku maupun pakaian jadi.

Sumber pencemaran di industri jeans tidak hanya berasal dari proses produksinya, melainkan juga sejak penyiapan bahan baku. Dikutip dari Huffingtonpost, Rabu (23/2/2011), kandungan nitrat dan posphat dalam pupuk yang digunakan pada tanaman kapas sebagai bahan baku untuk membuat jeans juga terserap ke dalam tanah, lalu mencemari air tanah.

Karena itu, kalangan aktivis peduli lingkungan saat ini banyak yang menawarkan konsep baru yang lebih ramah lingkungan yakni green jeans. Dengan bahan baku kapas organik, green jeans diharapkan mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia yang beracun.

Green jeans juga tidak butuh pewarnaan, karena kapas secara alami bisa menghasilkan warna meski bukan biru melainkan hijau kecoklatan. Memang kalah modis dibanding blue jeans, namun demi lingkungan yang sehat maka manusia harus mau sedikit berkorban.

(up/ir

Nyeri Punggung Menyiksa Manusia Sejak 4 Juta Tahun Lalu

Your browser does not support iframes.



foto: ThinkstockCambridge, Nyeri punggung selama ini diduga penyebabnya karena orang malas bergerak, kebanyakan duduk atau tidak pernah olahraga. Tapi ternyata manusia purba yang lincah karena aktif berburu pun sudah terkena nyeri punggung sejak 4 juta tahun lalu.

Padahal kebanyakan orang mengira penyebab utama nyeri punggung selain cedera adalah gaya hidup yang kurang aktif bergerak. Misalnya pada pekerja kantoran yang menghabiskan hampir seluruh waktunya di depan komputer, nyeri punggung sering menyerang akibat salah posisi duduk.

Temuan para ahli dari Cambridge University yang dipresentasikan Jumat, 18 Februari 2011 makin melemahkan dugaan bahwa pemicu utama nyeri punggung adalah banyak duduk. Nyatanya para ahli mengungkap, penyakit ini sudah diderita oleh manusia purba yang dikenal aktif berburu.

Saat meneliti fosil kerangka pria berumur 45 tahun, para peneliti menemukan tanda-tanda kerusakan tulang punggung yang diderita sejak masih hidup. Fosil yang satu ini memang belum terlalu tua usianya, karena diperkirakan berasal dari peradaban 500 ribu tahun lalu.

Namun kerusakan tulang punggung seperti itu ditemukan juga pada fosil Australopithecines, jenis manusia purba yang diperkirakan hidup 4,4 juta tahun yang lalu. Australopithecines merupakan nenek moyang Neanderthals, yang memiliki kekerabatan cukup dekat dengan manusia moderen.

Dr Asier Gomez-Olivencia yang memimpin penelitian itu mengatakan, ada beberapa jenis nyeri punggung yang diderita manusia purba pada era tersebut. Di antaranya yang teridentifikasi dalam penelitian itu adalah spondylolisthesis dan Baastrup's disease.

Spondylolisthesis adalah nyeri punggung yang ditandai dengan keluarnya satu atau beberapa bagian pada ruas tulang punggung dari posisinya. Sementara itu, Baastrup's disease dipicu oleh beberapa ruas tulang punggung yang saling bergesekan hingga masing-masing mengalami kerusakan.

"Kami melihat dan memperkirakan, manusia purba mengalami berbagai masalah nyeri punggung antara lain spondylolisthesis dan Baastrup's disease. Keduanya sama persis dengan nyeri punggung yang diderita manusia moderen," ungkap Dr Gomez-Olivencia seperti dikutip dari Foxnews, kamis (24/2/2011).

Gomez-Olivencia tidak bisa memastikan apa penyebab berbagai masalah nyeri punggung pada manusia purba yang banyak beraktivitas di alam liar. Sementara pada manusia moderen, nyeri punggung juga bisa disebabkan oleh cedera, tumor maupun proses penuaan.

(up/ir