Selasa, 01 Mei 2012

Ereksi Permanen Sejak 2010 Gara-gara Kelamaan Naik Motor

Browser anda tidak mendukung iFrame



Motor BMW (Foto: DailyMail)
Jakarta, Efek negatif dari getaran mesin motor tidak bisa dianggap remeh. Seorang lelaki di California misalnya, sejak Mei 2010 mengalami ereksi permanen yang menyakitkan setelah melakukan touring berjam-jam dengan mengendarai sepeda motor.

Laki-laki tersebut, Henry Wolf saat ini tengah mengajukan gugatan pada BMW, perusahaan yang memproduksi sepeda motor miliknya. Selain itu ia juga menggugat Corbin-Pasific, perusahaan pembuat jok khusus sepeda motor yang dipakainya selama touring karena dianggapnya tidak nyaman.

Henry meyakini, touring yang dilakukannya dengan motor BMW keluaran 1993 pada 1 Mei 2010 atau persis 2 tahun lalu telah membuatnya menderita sampai sekarang. Kemaluannya mengalami ereksi permanen, sampai terasa sangat sakit karena posisinya selalu berdiri.

Padahal menurut Henry, waktu tempuh yang dilaluinya saat touring juga tidak terlalu lama. Dalam perjalangan pergi pulang, ia hanya menghabiskan waktu masing-masing 2 jam sehingga totalnya hanya sekitar 4 jam.

Dalam istilah medis, kondisi yang dialami oleh Henry disebut priapism atau ereksi yang tidak wajar yang terjadi bukan karena ada rangsang seksual. Kondisi ini biasanya terjadi karena ada darah yang menumpuk di kemaluan sehingga posisinya selalu menegang.

"Penggugat saat ini mengalami priapism dan telah mengalami berbagai masalah sejak mengendarai motor ini. Ia juga tidak bisa melakukan hubungan seks, sehingga mengalami penderitaan mental dan emosional yang sangat serius," demikian salah satu kutipan dari gugatan Henry, seperti dikutip dari CBS News, Selasa (1/5/2012).

Kasus yang menimpa Henry tergolong ekstrem karena pada kasus priapism biasa, ereksi rata-rata hanya berlangsung selama 4 jam sementara Henry mengalaminya selama 2 tahun. Padahal jika berlangsung terlalu lama priapism sering dikaitkan dengan risiko disfungsi ereksi yang sifatnya permanen.

"Memang sudah sejak lama diketahui, tekanan pada suplai neurovaskular ke penis selama jangka waktu tertentu, baik karena sadel motor atau benda apapun bisa menyebabkan mati rasa di daerah genital," kata Dr Michael Lutz, seorng ahli urologi dari Michigan Institute of Urology saat diminta mengomentari kasus tersebut.

"Bukan hanya pada laki-laki, tapi perempuan juga bisa mengalami mati rasa di bagian itu jika saraf-sarafnya mengalami tekanan," tambah Dr Lutz.


(up/ir

Saat Udara Panas, Ozon Berbahaya bagi Pernapasan

Browser anda tidak mendukung iFrame



ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta, Selama ini diketahui ozon yang bolong bisa menyebabkan kulit mudah terbakar. Namun ternyata ozon juga berbahaya bagi pernapasan, terutama ozon yang telah menjadi asap kabut (asbut) atau ground-level ozone.

Asap kabut dapat menyebabkan serangan pernapasan parah, termasuk nyeri dada hebat dan kesulitan bernapas. Sebagian besar risikonya terjadi pada anak-anak yang menghabiskan waktunya di luar rumah, orang dewasa yang menderita asma atau masalah pernafasan lainnya.

"Jika dihirup, asap kabut ini bisa menyebabkan masalah pernafasan dan saluran pernafasan bagi penderita asma dan perokok yang menderita penyakit paru-paru kronis," ungkap Dr. Nick Hanania, direktur Adult Asthma Clinic and Pulmonary Diagnostic Laboratory, Harris County Hospital District seperti dilansir dari Healthfinder, Selasa (1/5/2012).

Bagi beberapa penderita, penanganan dan pengobatan darurat dari rumah sakit sangat diperlukan.

Gejala-gejala akibat paparan asap kabut diantaranya:
1. Batuk dan iritasi tenggorokan
2. Sulit bernafas
3. Peradangan pada lapisan paru-paru
4. Infeksi paru-paru kronis

"Berbeda dengan lapisan ozon di atmosfer yang melindungi bumi dari sinar matahari, asap kabut bisa jadi berbahaya," jelas Hanania.

Polusi ini tercipta ketika polusi dari mobil dan pabrik tergabung dengan panas yang menyengat, bahkan kilauan kabutnya bisa dilihat dari jarak yang sangat jauh.

Untuk mengurangi paparan asbut, tim dokter merekomendasikan beberapa tindakan pencegahan ketika kadar asap kabut sedang tinggi:
1. Tetap berada di dalam rumah kecuali pada pagi hari atau setelah matahari terbenam.

2. Jangan berolahraga atau bekerja di luar rumah, terutama ketika dilaporkan kadar asbutnya sedang tinggi

3. Hindari daerah yang memiliki kepadatan lalu lintas yang tinggi.

4. Agar asbutnya tak masuk ke dalam ruangan, jangan tempatkan kipas angin di jendela. Lebih baik jendelanya ditutup dan gunakan AC

"Imbauan publik untuk waspada terhadap asbut penting bagi banyak orang karena hal itu membantu orang tetap aman dan sehat," kata Hanania.

Meskipun bergantung pada kadar asbut di udara, imbauan ini bisa saja menyelamatkan nyawa beberapa orang. Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah berada di ruangan ber-AC.

Hanania pun menambahkan bahwa siapapun yang mengalami kesulitan bernapas harus segera mendapatkan penanganan medis.


(ir/ir

Telinga Berdenging Makin Parah Kalau Kurang Tidur

Browser anda tidak mendukung iFrame



ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta, Kurang tidur dapat berakibat buruk terhadap pendengaran. Menurut sebuah penelitian, gejala telinga berdenging atau tinnitus menjadi semakin buruk akibat insomnia. Kedua gangguan ini sama-sama disebabkan karena masalah psikologis.

Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari Henry Ford Hospital di Detroit ini menunjukkan hubungan yang signifikan antara insomnia dan keparahan gejala tinnitus yang dirasakan. Pasien insomnia mengaku merasakan gangguan akibat penyakit tinnitus yang lebih besar.

"Tinnitus dipengaruhi oleh proses kognitif, emosional, dan psiko-fisiologis yang dapat meningkatkan gangguan yang dialami pasien. Gangguan tidur pada pasien dapat menurunkan toleransi terhadap tinnitus," kata peneliti, Kathleen L. Yaremchuk, MD, Ketua Departemen THT-Bedah Kepala & Leher di Henry Ford Hospital seperti dilansir Science Daily, Jumat (20/4/2012).

Penyebab tinnitus sendiri sebenarnya masih belum diketahui dengan pasti. Ada beberapa kondisi yang terbukti memicu atau memperburuk tinnitus seperti mendengar suara yang keras, kotoran telinga yang menumpuk, infeksi telinga atau sinus, cedera kepala dan leher, gangguan hipotiroidusme atau hipertiroidisme, penyakit Lyme, fibromyalgia, dan sindrom outlet toraks.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan hubungan yang kuat antara tinnitus dan gangguan psikologis. Dalam penelitian ini, Dr Yaremchuk, Dr George Miguel dan tim risetnya melakukan penelitian terhadap 117 orang pasien yang mendapat pengobatan mulai tahun 2009 hingga 2011 di Henry Ford Hospital.

Informasi diperoleh dari pasien melalui telepon dan wawancara tertulis menggunakan Tinnitus Reaction Questionnaire (TRQ) untuk menentukan dampak gangguan tinnitus terhadap kehidupan secara umum. Para peserta juga diminta mengisi Indeks Keparahan Insomnia atau Insomnia Severity Index (ISI) untuk mengetahui tingkat keparahan insomnia.

Tingkat keparahan TRQ terbukti menjadi prediktor yang baik dari gangguan tidur. Semakin besar tingkat keparahan insomnia, gejala tinnitus yang dikeluhkan pasien juga semakin parah.

"Mengobati pasien tinnitus adalah suatu tantangan. Pasien tinnitus kronis mengalami gejala klinis seperti kecemasan, depresi dan gangguan emosi. Salah satu yang paling sering dikeluhkan pasien tinnitus adalah kesulitan tidur," kata Dr Yaremchuk.

Dalam Pertemuan Musim Semi Combined Otolaryngological di San Diego, penelitian ini menawarkan bukti lebih lanjut bahwa pengobatan pasien insomnia yang mengalami tinnitus dapat mengurangi tingkat keparahan gejala tinnitus.


(pah/ir

Obat Baru Disfungsi Ereksi yang Bekerja Cepat dalam 15 Menit

Browser anda tidak mendukung iFrame



ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta, Selama ini hanya Viagra yang dikenal sebagai obat untuk mengatasi disfungsi ereksi. Namun kini Viagra punya saingan baru. Obat ini bernama Stendra (Avanafil) dan baru saja disetujui FDA.

Meskipun Stendra belum diuji melawan Viagra atau yang biasa dikenal sebagai 'Little Blue Pill' tersebut, produsen menyatakan bahwa bagi beberapa pria, obat ini bisa bekerja lebih cepat.

"Setelah pemanasan, teorinya Anda bisa meningkatkan fungsi seksual 15 menit lebih awal dengan obat ini," ujar Dr. Irwin Goldstein, direktur kedokteran seksual di Alvarado Hospital, San Diego dan salah satu penulis studi tentang Stendra dalam Journal of Sexual Medicine seperti dikutip dari CNN, Selasa (1/5/2012).

Orang berargumen ini adalah obat pertama yang potensial untuk mengatasi disfungsi ereksi. Permintaan terhadap obat ini pun bisa jadi sangat tinggi, terutama bagi pria yang mengalami disfungsi ereksi dan tak merespon obat seperti Viagra, Cialis dan Levitra .

Goldstein yang telah terlibat di lebih dari 300 studi tentang disfungsi seksual mengatakan bahwa data awal menunjukkan Stendra bisa bekerja lebih cepat daripada obat disfungsi ereksi lainnya namun hal itu harus dibuktikan pada populasi yang lebih besar.

Goldstein dan timnya telah mempelajari 1.267 pria yang mengonsumsi 50, 100 atau 200 mg dosis Stendra atau plasebo sekitar 30 menit sebelum berhubungan seksual.

Kemudian partisipan mengisi kuesioner yang mengindikasikan, misalnya, berapa lama waktu yang dibutuhkan sebelum partisipan melakukan hubungan seks atau terangsang.

"Bagi beberapa pria obat ini bisa bekerja dalam 15 menit, namun bagi beberapa pria lain waktunya bisa lebih lama," kata Goldstein.

Namun bukan berarti para pria seharusnya meninggalkan Viagra atau obat disfungsi ereksi populer lainnya untuk menggunakan Stendra.

"Tak ada obat yang bisa dikatakan terbaik untuk mengatasi hal ini," ungkap Dr. Laurence Levine, profesor di departemen urologi di Rush University Medical Center, Chicago yang tidak terlibat dalam studi tentang Stendra.

Chemistry setiap pasien dengan satu obat bisa membuat obat tersebut tampak lebih baik dari lainnya. Ada keuntungan dan kerugian tersendiri pada obat-obatan ini.

"Hanya saja Stendra merupakan alternatif obat yang bisa dibilang cukup efektif dan aman," kata Levine.

Menurut studi ini, memang ada sejumlah kecil pasien yang mengalami efek samping setelah menggunakan Stendra seperti sakit kepala, kulit memerah, hidung tersumbat dan nyeri punggung.

Selain itu, FDA juga mewanti-wanti efek samping yang jarang terjadi seperti kehilangan penglihatan atau pendengaran.


(ir/ir

Dua Obat Bantu Anak Penderita Diabates Tipe 2

Browser anda tidak mendukung iFrame



ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta, Diabetes tipe 2 sebenarnya bisa menyerang siapapun, tak peduli berapapun usianya. Namun belakangan penyakit ini semakin banyak menjangkiti anak-anak dan remaja sedangkan terapi pengobatannya masih belum maksimal.

Oleh karena itu, sebuah studi baru menemukan bahwa anak-anak penderita diabetes tipe 2 bisa mengontrol kadar gula darahnya dengan kombinasi dua obat yaitu metformin dan Avandia.

Masalahnya, para ahli baru saja menemukan kaitan antara Avandia (rosiglitazone) dengan peningkatan risiko serangan jantung dan stroke sehingga untuk saat ini Avandia dianggap bukan pilihan obat terbaik bagi pasien muda.

"Banyak anak-anak penderita diabetes tipe 2 mengalami kemajuan penyakit yang cepat sehingga segera membutuhkan terapi insulin sedangkan pendekatan terapi oral terbarunya belum memadai," ungkap ketua tim peneliti Dr. Philip Zeitler, profesor kedokteran di University of Colorado, Denver seperti dilansir dari MSN, Selasa (1/5/2012).

Zeitler mencatat bahwa Avandia telah dipilih sebagai obat pendamping bagi penderita diabetes tipe 2 sejak 2002, jauh sebelum masalah jantung terkait penggunaan obat tersebut diketahui.

"Untuk saat ini kami tidak merekomendasikan pengobatan dengan rosiglitazone," katanya. Meski begitu, untuk sementara belum muncul masalah dengan penggunaan rosiglitazone yang muncul dari partisipan hingga saat ini.

Dalam studi yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine ini dilibatkan 700 anak obesitas berusia 10-17 tahun dan menderita diabetes tipe 2 yang secara acak diberi 3 pilihan pengobatan: metformin saja, metformin plus Avandia atau metformin bersamaan dengan perubahan pola makan dan olahraga secara intensif.

Setelah 46 bulan, peneliti menemukan bahwa partisipan yang hanya minum metformin saja, 51,7 persen diantaranya masih tak mampu mengontrol kadar gula darahnya. Namun bagi partisipan yang menerima metformin dan melakukan perubahan gaya hidup, masih ada 46,6 persen pasien yang tak mampu mengontrol gula darahnya. Sedangkan partisipan yang mengonsumsi metformin dan Avandia, tinggal 38,6 persen pasien yang mengaku kadar gulanya belum bisa terkontrol.

"Metformin mungkin tidak seefektif yang kita asumsikan dan pendekatan pengobatan tambahan masih sangat dibutuhkan untuk menangani populasi remaja dengan diabetes yang progresif," kata Zeitler.

Dalam kerangka perubahan gaya hidup, Zeitler tak yakin mengapa hal itu tak dapat bekerja dengan baik. Hal ini mungkin terkait dengan keengganan anak-anak untuk mengadopsi pola makan dan kebiasaan olahraga baru, ujarnya.

Dr. Joel Zonszein, direktur pusat diabetes klinis di Montefiore Medical Center di New York City berkata, "Diabetes tipe 2 pada anak-anak dan remaja adalah malapetaka karena kita tak memiliki pengobatan yang bagus."

Padahal diabetes tipe 2 pada anak-anak bersifat sangat agresif dan dapat menyebabkan masalah jantung dan hati pada usia yang sangat muda, katanya.

"Tak mengejutkan bahwa kombinasi ini lebih baik daripada terapi tunggal," ujar Zonszein. "Kami ingin agresif dalam mengobati diabetes tipe 2 pada anak-anak namun kami harus menyeimbangkan risiko dan keuntungan dari kedua obat ini. Namun sejauh ini kami tak memiliki data dan pengobatan yang bagus untuk anak-anak."

Studi terbaru ini menunjukkan bahwa sekali anak-anak menderita penyakit ini, sangat sulit untuk mencegah penurunannya meskipun perubahan gaya hidup yang intensif atau obat-obatan telah dilakukan, katanya.


(ir/ir

Pasien Sakit Parah yang Takut Mati Bisa Tenang Karena Obat Ini

Browser anda tidak mendukung iFrame



ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta, Pasien dengan penyakit parah biasanya mengalami kecemasan yang sangat karena bersiap menanti ajal. Untuk mengatasi ketakutan tersebut. ilmuwan menyarankan pemberian obat psikotropika yakni Psycolibin dan MDMA karena bisa bikin pasien tenang dan lebih optimistis.

Seorang pasien tumor usus besar kronis berusia 55 tahun bernama Pam Sakuda didiagnosis hanya punya masa hidup 6 - 14 bulan. Sakuda bertekad memperlambat bahaya penyakitnya dengan berlari beberapa kilometer setiap hari, bahkan selama menjalani pengobatan yang melelahkan. Dengan optimis karena mengonsumsi Psycolibin, Sakuda akhirnya bisa bertahan hidup selama 4 tahun.

Untuk mengatasi rasa takutnya, Sakuda mengikuti penelitian yang dilakukan oleh Charles Grob, psikiater dan peneliti di Harbor-University of California Los Angeles Medical Center. Grob memberikan psilocybin kepada pasien kanker stadium akhir untuk melihat pengaruhnya dalam mengurangi rasa takut akan kematian. Psycolibin zat psikoaktif, yaitu zat yang dapat mempengaruhi kesadaran dan menyebabkan orang berhalusinasi.

Ketika penelitian selesai pada tahun 2008, hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian psilocybin kepada pasien sakit kronis yang tak dapat disembuhkan cukup aman, sekaligus efektif mengurangi kecemasan dan depresi dalam menghadapi kematian.

"Saya sama sekali tidak punya jawaban yang pasti mengapa obat ini dapat meringankan rasa takut akan kematian. Tetapi kita tahu bahwa di zaman purbakala, orang yang memiliki pengalaman spiritual transformatif memiliki pandangan yang sangat berbeda terhadap dirinya sendiri dan dunianya sehingga mampu menghadapi kematiannya dengan tenang," kata Grob seperti dilansir New York Times, Selasa (1/5/2012).

Dr John Halpern, kepala Laboratorium Psikiatri Integratif di McLean Hospital menggunakan MDMA untuk meredakan kecemasan menghadapi kematian kepada pasien kanker stadium akhir. MDMA atau (3,4-methylenedioxy-N-methylamphetamine) merupakan salah satu jenis amfetamin yang dikenal sebagai ekstasi.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan Michael Mithoefer menunjukkan bahwa MDMA efektif mengatasi PTSD (sindrom stres pasca trauma) parah. Dr Halpern juga telah memeriksa studi kasus penderita sakit kepala yang meminum LSD dan mengaku gejala sakitnya kemudian menjadi sangat berkurang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan pasien berkurang drastis setelah 1 - 3 bulan menjalani pengobatan, dan penurunan kecemasan terjadi secara berkelanjutan. Meskipun penelitian ini cukup menjanjikan, Grob dan para peneliti lainnya masih berhati-hati mengambil kesimpulan karena penggunaan obat ini dapat memicu kontroversi.

Selama bertahun-tahun, Roland Griffiths dari Johns Hopkins Bayview Medical Center telah mempelajari efek psilocybin pada orang sehat. Dia ingin melihat apakah dalam dosis tertentu, obat tersebut dapat menginduksi kondisi trance atau kehilangan kesadaran.

Griffiths dan timnya menemukan bahwa psilocybin dengan dosis 20 - 30 mg tidak hanya memicu kondisi trance, tetapi juga menimbulkan perubahan positif dalam sikap, suasana hati dan perilaku peserta penelitian.

"Setelah mengalami pengalaman trance, rasa takut seseorang terhadap kematian seringkali jauh berkurang. 14 bulan setelah berpartisipasi dalam penelitian, 94% peserta penelitian mengatakan bahwa pengalaman trance-nya itu merupakan salah satu pengalaman paling berarti dalam hidupnya," kata Griffiths.

Seperti dimuat dalam The Journal of Psychopharmacology, Griffiths memberikan tes psikologi 1 - 14 bulan kemudian.

Hasilnya, peserta penelitian lebih sepakat dengan pernyataan seperti 'kematian bukan merupakan suatu akhir tetapi bagian dari sebuah proses' dan 'kematian saya tidak mengakhiri eksistensi pribadi saya'.


(pah/ir

Penelitian Ilmuwan China yang Bikin Ha.. ha.. ha..

Browser anda tidak mendukung iFrame



Pineapple Science Prize (China.org)
Shanghai, Setelah Ig Nobel Prize yakni penghargaan untuk penemuan unik-unik dan mencengangkan karena tak bisa masuk nominasi Hadiah Nobel, kini muncul 'Pineapple Science Prize' di China yang membuat orang terpana.

Hadiah Nobel sering dijadikan patokan prestasi tertinggi ilmuwan. Tetapi banyak penelitian yang mencengangkan dan sedikit masuk akal yang mungkin dapat Nobel tapi mendapat Ig Nobel Prize.

Kini China pun mengikuti jejak Ig Nobel Prize. Nama penghargaannya 'Pineapple Science Prize' dengan slogan 'Tertawa dan Pikirkan'.

Penghargaan ini untuk menghargai penelitian dengan imajinasi yang besar dan membangkitkan antusiasme publik terhadap ilmu pengetahuan meskipun kadang tak masuk akal.

Penghargaan tersebut dinamakan 'Pineapple Science Prize' karena filosofi buah nanas yang memiliki warna cerah dan rasa menyenangkan meskipun memiliki bentuk yang aneh.

"Harapan dari terselenggarannya acara ini adalah lebih banyak orang yang mengenal sains dan ilmu pengetahuan dan menjadi lebih populer di kalangan masyarakat," kata Ji Shisan, pendiri dan CEO Guokr.com yang membuat penghargaan ini, seperti dilansir Shanghaidaily, Selasa (1/5/2012).

Ji mengaku terinspirasi oleh 'Ig Nobel Prize, dan memutuskan untuk membuat hadiah bagi penelitian-penelitian yang tampak aneh tetapi tetap dikerjakan serius dengan metode ilmiah.

Penghargaan tersebut mencakup penelitian di lima bidang termasuk fisika, kimia, kedokteran dan biologi, matematika, dan psikologi.

1. Penghargaan dalam bidang psikologi
Penghargaan ini diberikan kepada Zhou Xinyue, seorang profesor di Department of Psychology of Sun Yat-Sen University.

Zhou menang berkat penelitiannya yang membuktikan bahwa menghitung uang dapat memberikan kekuatan untuk mengurangi rasa sakit. Penelitian tersebut kemudian diterbitkan makalah yang berjudul Nature.

"Saya merancang percobaan untuk membiarkan orang menghitung uang sebelum mencelupkan tangannya ke dalam air panas untuk melihat seberapa lama orang tersebut dapat bertahan. Percobaan ini diulang oleh BBC dalam sebuah film dokumenter dengan air dingin," kata Zhou.

2. Penghargaan Medis dan Biologi
Diberikan kepada penelitian terhadap kromosom Y yang menjadi petunjuk keturunan Kaisar Cao Cao.

Ini merupakan penelitian dari para peneliti yang berasal dari MOE Key Laboratory of Contemporary Anthropology, School of Life Sciences and Department of History, Fudan University, dan CAS-MPG Partner Institute for Computational Biology.

Hadiah diberikan oleh Barry Marshall, seorang fisikawan Australia dan pemenang nobel Physiology or Medicine.

3. Penghargaan dalam bidang Fisika, diberikan kepada penelitian tentang manipulator uang yang dikendalikan oleh otak,

4. Penghargaan bidang Matematika diberikan untuk robot yang dapat menari

5. Penghargaan dalam bidang Kimia diberikan kepada penelitian tentang bahan sup ayam yang bergizi.

Hasil penelitian para ilmuwan yang memenangkan penghargaan dipublikasikan di majalah professional science atau disajikan dalam konferensi akademis. Juri ahli yang menilai penelitian-penelitian tersebut terdiri dari ilmuwan-ilmuwan China tingkat atas.

Berikut adalah daftar judul penelitian yang memenangkan Pineapple Science Award :
Bidang Psikologi - "Menghitung Uang Membuat Orang Merasa Tenang"
Bidang Matematika - "Robot Berdansa"
Bidang Fisika - "Otak Monyet Mengontrol Tangan Robot"
Bidang Kimia - "Sup Ayam yang Direbus dalam Panci Tembikar Rasanya Lebih Enak"
Bidang Penemuan - "Pengamat Kuno"
Bidang Biologi - "Rahasia DNA Cao Cao"
Bidang Fantasi - "Xiao Lingtong Berkelana ke Masa Depan"
Bidang Penghargaan Pineapple U - "Cara Efektif untuk Mengatasi Kenaikan Harga di Kantin Kuliah" dan "Dispenser Gadis Manis"


(ir/ir