Senin, 02 Januari 2012

Awas, Keracunan Gas di Rumah Mengancam Nyawa!

Your browser does not support iframes.




(Foto: thinkstock)
Jakarta, Peralatan rumah tangga seperti pemanas yang rusak bisa menyebabkan pembakaran terjadi secara tidak sempurna. Akibatnya sangat berbahaya karena dapat menghasilkan zat beracun karbon monoksida (CO). Apa yang terjadi bila tubuh keracunan CO?

Dalam proses pembakaran, bila jumlah oksigen mencukupi maka pembakaran akan terjadi secara sempurna dan menghasilkan karbon dioksida (CO2). Tapi bila oksigen tidak cukup, pembakaran menjadi tidak sempurna dan menghasilkan karbon monoksida (CO).

Karbon monoksida (CO) merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau. Senyawa ini dihasilkan oleh pembakaran yang tidak sempurna dari bahan bahan kendaraan bermotor, asap kebakaran dan asap dari mesin.

Peralatan tertentu di rumah juga menghasilkan gas beracun ini ketika tidak berfungsi dengan baik atau rusak, misalnya peralatan memasak, pemanas air, gas pengering pakaian, serta tungku pemanas ruangan dengan bahan bakar minyak, gas atau batubara yang tidak dikelola dengan benar.

Senyawa ini sangat beracun karena dapat berikatan kuat dengan hemoglobin darah (protein pembawa oksigen) dan menghambat proses pengangkutan oksigen ke jaringan-jaringan tubuh dan menyebabkan hipoksia (kekurangan oksigen).

CO berikatan 200 kali lebih kuat dengan hemoglobin dibandingkan oksigen, sehingga sangat sulit untuk melepaskannya ketika telah berikatan dengan darah.

Keracuan CO pada umumnya mengakibatkan kematian karena reaksinya berlangsung sangat cepat. Senyawa CO juga disebut silent killer karena meski tidak berwarna dan berbau, senyawa ini bisa dengan cepat membunuh seseorang.

Dalam dosis kecil saja, senyawa CO sudah bisa menyebabkan gejala-gejala ringan seperti mual dan pusing. Dan dalam dosis besar dapat menyebabkan kerusakan otak dan bahkan kematian.

Berikut beberapa gejala yang terjadi ketika tubuh keracunan CO, seperti dilansir Buzzle, Senin (2/1/2012):
  1. Sakit kepala
  2. Pusing
  3. Mual
  4. Nyeri dada
  5. Sesak napas
  6. Muntah
  7. Sakit perut
  8. Kantuk
  9. Pingsan
  10. Kejang



(mer/ine

Kemajuan Medis yang Diprediksi Akan Dicapai Tahun 2012

Minggu, 01 Januari 2012

Rela Operasi Mahal untuk Menambah Tinggi Badan

Your browser does not support iframes.




Chris Johnson (dok: dailymail)
London, Memiliki ukuran tubuh yang lebih pendek dibanding orang lain kadang bisa membuat orang tidak percaya diri. Seorang pria di Inggris rela melakukan operasi mahal agar tinggi badannya bisa bertambah.

Chris Johnson (25 tahun) seringkali dipanggil pendek karena memiliki tinggi badan 2 inchi (5 cm) lebih pendek dari rata-rata tinggi seorang pria di Inggris. Kondisi ini membuatnya tidak percaya diri tapi juga merasa tidak nyaman jika harus menggunakan sepatu yang memiliki tambahan di bagian bawahnya.

Namun 2 tahun lalu ia menemukan adanya bedah kosmetik yang bisa membuat kakinya lebih panjang serta memberinya tambahan tinggi badan seperti keinginannya. Ia pun menabung agar bisa melakukan operasi seharga 34.000 pound sterling atau setara dengan Rp 479.400.000 (1 pound sterling = Rp 14.100).

Hingga akhirnya dokter bedah melakukan operasi yang kompleks dan menyakitkan pada September 2010 untuk membuat tinggi badannya bertambah 2,5 inchi (6,35 cm). Dan ia pun bisa kembali berjalan secara normal pada Maret 2011.

"Saya tahu apa yang akan saya lakukan, dan sekarang saya tidak khawatir lagi dengan tinggi badan yang saya dimiliki," ujar Chris, seperti dikutip dari Dailymail, Senin (2/1/2012).

Operasi kontroversial ini dilakukan oleh Dr Jean-Marc Guichet (50 tahun) di kliniknya di Marseilles. Biasanya operasi ini dilakukan pada orang dengan kondisi kaki yang tidak simetris (satu kaki lebih panjang dari kaki yang lain) atau untuk memperbaiki kondisi dwarfisme.

"Permintan terhadap operasi ini sudah 3 kali lipat lebih banyak dalam 10 tahun terakhir, tapi saya hanya mau melakukannya jika saya yakin pasien benar-benar menginginkannya," ujar Dr Guichet.

Hal ini karena membantu pasien untuk melakukan pemulihan secara lengkap dan mendapatkan semua fungsinya secara normal. Biasanya pasien harus mempersiapkan fisiknya sehingga bugar dan sehat serta memiliki tulang dan otot di kaki yang kuat.

"Sebenarnya postur tubuh pendek tidak masalah, tapi beberapa diantaranya menjadi tidak percaya diri sehingga mempengaruhi kehidupannya. Saya pecaya operasi ini aman dan nantinya bisa diterima seperti operasi pembesaran payudara," ungkapnya.

Operasi ini berlangsung 4-6 jam dan bisa menambah tinggi badan maksimal 4 inchi (10,16 cm) dalam satu operasi tunggal, tapi rata-rata hanya menambah 2,5 inci. Selaam operasi lubang di bor melalui pusat tulang paha bagian atas lalu telescopic stainless-steel rod dimasukkan secara vertikal ke saluran bor di tulang kaki tadi.

Nantinya kaki akan diperpanjang dan dalam 2 bulan kaki tumbuh sekitar 2,5 inchi. Pasien mungkin akan merasa tidaknyaman dan sakit setelah operasi karena adanya renovasi dari otot dan tendon, lalu minimal setelah 4 bulan ia bisa berjalan normal.

Chris menuturkan ia butuh waktu 2 minggu untuk menemukan posisi yang sempurna dan merasakan sedikit sakit. Namun kini ia sudah bisa berjalan secara normal dengan melakukan latihan berjalan selama 1 jam setiap harinya.

(ver/up

Payudara Palsu Geser Sampai Ketiak Karena Silikonnya Bocor

Tewas Overdosis Obat Kuat Saat Bercinta dengan Selingkuhan

Your browser does not support iframes.




Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Chilobwe, Malawi, Berhubungan seks dengan selingkuhan diketahui lebih berisiko memicu serangan jantung, apalagi ditambah overdosis obat kuat. Seperti yang dialami seorang laki-laki di Malawi, yang akhirnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Laki-laki berusia 50-an tahun yang tidak disebutkan namanya ini dilarikan ke sebuah rumah sakit di Blantyre karena mengalami serangan jantung, pekan lalu. Ia datang ke rumah sakit dalam kondisi tidak sadar, lalu meninggal tak lama setelah sampai di rumah sakit.

Seorang petugas membenarkan bahwa laki-laki ini mengalami kolaps saat sedang berhubungan seks. Namun yang lebih memalukan, ia melakukannya tidak dengan pasangan resmi melainkan dengan selingkuhan yang tidak lain adalah teman akrab istrinya sendiri.

Dari tangan sang selingkuhan, polisi menyita beberapa butir obat kuat yang digunakan untuk meningkatkan stamina saat berhubungan seks. Diyakini, obat kuat tersebut merupakan salah satu pemicu serangan jantung yang menewaskan laki-laki tersebut.

Kabarnya, laki-laki tersebut sudah 13 tahun menjalin hubungan perselingkuhan dan memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi. Sebelum mengalami serangan jantung, ia juga sudah merasakan gejala tidak enak badan sehingga sempat menghentikan aktivitas bercinta.

"Pada titik tersebut, ia berhenti untuk mandi dan menenangkan diri. Setelah mandi ia melanjutkan hubungan seks dan tiba-tiba saja kolaps," kata seorang sumber yang juga tidak disebutkan namanya, seperti dikutip dari Bnltimes, Minggu (1/1/2012).

Sebagaimana diketahui, hubungan seks dalam kondisi tertentu sebenarnya malah bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Hubungan seks bisa menurunkan tekanan darah rata-rata, meski saat orgasme terjadi peningkatan tekanan darah untuk sesaat.

Namun ketika dilakukan dengan pasangan tidak resmi, hubungan seks tidak lagi memberikan manfaat tetapi justru membahayakan karena bisa meningkatkan risiko serangan jantung. Banyak faktor yang mempengaruhinya, salah satunya karena faktor stres yang melatarbelakangi perselingkuhan itu sendiri.
(up/ir

Banyak Pria Panggil Ambulans Cuma untuk Urusan Kemaluan

Your browser does not support iframes.




Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Melbourne, Tahun lalu banyak menorehkan catatan unik bagi para petugas ambulans di negara bagian Victoria, Australia. Panggilan darurat yang masuk selama tahun 2011 didominasi oleh keluhan sepele yang tidak mendesak, termasuk urusan kemaluan.

Keunikan yang dikeluhkan oleh sebagian besar petugas gawat darurat ini dirasakan sangat mengganggu dan buang-buang waktu. Beberapa masalah yang disampaikan melalui panggilan darurat sebenarnya kadang bisa diatasi sendiri dan tidak harus buru-buru.

Menurut data Emergency Services Telecommunications Authority (ESTA), sepanjang 2011 tercatat 100 pasien laki-laki memanggil layanan gawat darurat hanya untuk urusan kemaluan. Tidak dijelaskan lebih spesifik apa masalahnya, tapi tidak menutup kemungkinan hanya masalah susah ereksi.

Masalah sepele lainnya yang banyak disampaikan melalui layanan gawat darurat sepanjang 2011 adalah sembelit atau susah buang air besar, yang jumlahnya mencapai 637 panggilan. Selain itu, ada juga 178 panggilan karena sakit telinga dan 233 panggilan karena sakit gigi.

Di luar panggilan-panggilan gawat darurat dengan keluhan tersebut, ada juga panggilan yang sama sekali tidak relevan bagi petugas paramedis. Misalnya dalam salah satu kasus, seorang laki-laki menelepon ambulans hanya untuk mengatakan dirinya baru saja menemukan mesin waktu.

Data yang dihimpun ESTA tersebut diambil berdasarkan catatan panggilan masuk dalam 12 bulan terakhir, terhitung sejak Oktober 2010 hingga Oktober 2011. Dikutip dari Ninemsn, Minggu (1/1/2012), ESTA menerima tak kurang dari 1.000 panggilan gawat darurat.

Selain buang-buang waktu, panggilan darurat untuk masalah sepele dianggap bisa membahayakan pasien dalam kondisi gawat darurat yang sebenarnya. Misalnya ketika mobil ambulans habis untuk menangani masalah sepele, pasien dengan masalah serius yang mengancam jiwa bisa tidak tertolong.


(up/ir

2012 Banyak Penyakit, Hati-hati Bagi yang Punya Shio Tikus